banner ad
banner ad

Berita

Aksi 
Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa Anti Militerisme pada 15 Agustus 2017 di depan Dinas Sejarah Kota Bandung. Dok/MP

Pernyataan Sikap : New York Agreement, Jalan Aneksasi Illegal Indonesia Atas West Papua

Penandatanganan perjanjian New York antara Belanda dan Indonesia terkait sengketa wilayah Papua Barat pada tanggal 15 Agustus 1962 dilakukan tanpa keterlibatan satu pun wakil dari rakyat Papua. Perjanjian tersebut hanya melibatkan 3 pihak diantaranya, Indonesia, Belanda dan Amerika Serikat sebagai penengah. Padahal perjanjian itu berkaitan dengan keberlangsungan hidup rakyat Papua. Perjanjian ini mengatur masa depan

Dok.Foto: pemilihanrektor.unpar.ac.id

Sosok Calon Rektor: Robertus Wahyudi Triweko

“Unpar Sedang Dalam Masa Transformasi” Telah menjabat selama 4 tahun kebelakang, rupanya tidak membuat Robertus Wahyudi Triweko kapok menjadi Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar). Hal ini dibuktikan dengan pencalonan dirinya kembali untuk menjadi rektor masa bakti 2015-2019. Pria kelahiran solo, 6 juli 1954 ini mengaku dirinya hanya menyediakan diri untuk melanjutkan masa kepemimpinannya. “Sebagai dosen

Egyptian Coptic Christians celebrate Christmas in Cairo, Egypt, on January 06, 2016. Doc. Mohamed el-Shahed/AFP/Getty Images/Observer.

Duka Menjelang Paskah, Kisah Gereja Koptik Mesir yang dibom oleh ISIS

INTERNASIONAL MP, UNPAR – Bom diledakkan di dua Gereja Koptik di bagian utara Kairo, Mesir yaitu di Iskandariyah dan Tanta pada Minggu (09/04) lalu. Melalui kantor berita Amaq, Islamic State (IS) atau biasa disebut ISIS mengakui bahwa serangan tersebut dilakukan oleh kelompok mereka. Aksi ini menelan korban jiwa dan mengakibatkan puluhan orang luka-luka. Gereja Mar

Aksi 
Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa Anti Militerisme pada 15 Agustus 2017 di depan Dinas Sejarah Kota Bandung. Dok/MP

Pernyataan Sikap : New York Agreement, Jalan Aneksasi Illegal Indonesia Atas West Papua

Penandatanganan perjanjian New York antara Belanda dan Indonesia terkait sengketa wilayah Papua Barat pada tanggal 15 Agustus 1962 dilakukan tanpa keterlibatan satu pun wakil dari rakyat Papua. Perjanjian tersebut hanya melibatkan 3 pihak diantaranya, Indonesia, Belanda dan Amerika Serikat sebagai penengah. Padahal perjanjian itu berkaitan dengan keberlangsungan hidup rakyat Papua. Perjanjian ini mengatur masa depan

Aksi 15 Agustus 2017 memperingati perjanjian New York yang berujung pada aneksasi Papua oleh Indonesia. Dok/MP

Diintimidasi, Front Rakyat Indonesia untuk West Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua Tetap Gelar Aksi

STOPPRESS MP, UNPAR-Selasa 15 Agustus 2017, Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang sempat di intimidasi sejumlah ormas, tetap menggelar aksi di Dinas Sejarah Angkatan Darat Bandung. Aksi tersebut diselenggarakan untuk menyuarakan bahwa New York Agreement merupakan cara illegal Indonesia untuk merebut tanah Papua. (Baca juga : Pernyataan Sikap

Mahesa (Hukum 2014) dan Arifin (Fisika 2014) Pasangan Calon Tunggal Presiden Mahasiswa PUPM UNPAR 2017. Dok/MP

Wawancara Mahesa & Arifin, Tentang “Sinergis” dan Sikap Terhadap Permasalahan Kampus

“Sinergis” adalah tagline dan diksi yang di gaungkan oleh pasangan Calon presiden mahasiswa (Capresma) dan calon wakil presiden mahasiswa (Cawapresma) nomor urut satu. Mereka adalah Mahesa Aditya Pratama (Hukum 2014) dan Muhammad Arifin Dobson (Fisika 2014) yang kini menjadi calon tunggal pada Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (PUPM) UNPAR periode 2017/2018 Reporter Media Parahyangan mendapatkan kesempatan

Opini

Ilustrasi Agama dan Negara. Dok/pinterest

[Kolom Parahyangan] Kala Agama dan Negara Menindas-Mendusta

Aku juga masih teringat kala itu, menemani sang Profesor hadir sebagai seorang narasumber di salah satu seminar terbuka berjudul ‘Dekadensi Sistem’. Saat itu, ada seorang mahasiswa, entah anak FISIP, atau Hukum, atau Filsafat. “Profesor, saya mau bertanya.” “Oh, silakan.” “Kenapa sih banyak sekali penyelewengan yang mengatasnamakan agama, apapun itu agama dan bentuknya?” Sang Profesor menggaruk

AKU PAPUA! / dok. nobodycorps

Seandainya Saya Orang Papua

Kemerdekaan tentu selalu menjadi dambaan setiap orang. Tidak terkecuali semua orang ingin menentukan nasibnya sendiri tanpa paksaan dan ancaman dari pihak manapun. Hal yang sama juga dialami oleh sejumlah mahasiswa asal Papua yang turut menyeruakan hal sama. Tepatnya, pada Selasa 1 Desember 2015, sejumlah mahasiswa asal Papua menggelar aksi di bundaran Hotel Indonesia. Awalnya, sekitar

Woman & computer. Dok/ Pinterest/ Jenn Schiffer

[Kolom Feminisme] Women in Tech

Seiring berjalannya era globalisasi, teknologi pun seakan menjadi sebuah kebutuhan di masa kini. Berbagai kalangan masyarakat seolah sudah paham betul bagaimana caranya untuk menggunakan teknologi sebagai sarana pendukung kehidupan modern. Baik laki-laki maupun perempuan telah menggunakan teknologi sebagai media kehidupan yang esensial. Namun, tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dewasa ini teknologi pun telah

Ilustrasi Agama dan Negara. Dok/pinterest

[Kolom Parahyangan] Kala Agama dan Negara Menindas-Mendusta

Aku juga masih teringat kala itu, menemani sang Profesor hadir sebagai seorang narasumber di salah satu seminar terbuka berjudul ‘Dekadensi Sistem’. Saat itu, ada seorang mahasiswa, entah anak FISIP, atau Hukum, atau Filsafat. “Profesor, saya mau bertanya.” “Oh, silakan.” “Kenapa sih banyak sekali penyelewengan yang mengatasnamakan agama, apapun itu agama dan bentuknya?” Sang Profesor menggaruk

Ilustrasi oleh Ksatria Praja.

Mempertanyakan Putusan Praperadilan

Oleh Ksatria Praja Pranata Surbakti* Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah membacakan putusan atas gugatan praperadilan Komisaris Jenderal Budi Gunawan dengan hasil akhir dikabulkan. Banyak reaksi yang timbul dimasyarakat, mulai yang menerima putusan pengadilan atau terdapat pihak yang mempertanyakan putusan pengadilan. Dan saya dengan berat hati menyatakan harus berada pada posisi yang mempertanyakan putusan tersebut. Mengapa

Persatuan Mahasiswa Unpar di halaman Gedung Sate, Kamis (21/5). dok MP

Tanggapan Terhadap Aksi Peringatan 17 Tahun Reformasi Oleh PM Unpar

Oleh: Joshua Valentino* Dalam rangka 17 tahun reformasi, Persatuan Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (PM Unpar) mengadakan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung untuk menyatakan sikapnya. Penegakan hukum, stabilitas ekonomi dan politik artifisal menjadi bahasan utama dari tuntutan yang diberikan. Dalam hal ini, memang merupakan hak mahasiswa dalam menyuarakan pendapat, dan bukan tujuan tulisan ini

Fitur

Ilusrasi Tolerantia - Kemampuan Menanggung Penderitaan dan Rasa Sakit. Dok/ Keith Negley

TOLERANTIA

Hussss!!! Maneh tong ngomong kitu ka si Rico (hus, kamu jangan bicara begitu ke Rico). Gelak tawa teman-temannya seketika  terhenti  setelah Rahman melerai perbincangan mereka tentang Rico, anak yang pendiam dan merupakan keturunan dari kaum sarane¹. Dia adalah Rico Sapullete anak dari Christian Sapullete yang tinggal di daerah Maluku. Sapulette adalah nama fam yang turun

Ilusrasi Tolerantia - Kemampuan Menanggung Penderitaan dan Rasa Sakit. Dok/ Keith Negley

TOLERANTIA

Hussss!!! Maneh tong ngomong kitu ka si Rico (hus, kamu jangan bicara begitu ke Rico). Gelak tawa teman-temannya seketika  terhenti  setelah Rahman melerai perbincangan mereka tentang Rico, anak yang pendiam dan merupakan keturunan dari kaum sarane¹. Dia adalah Rico Sapullete anak dari Christian Sapullete yang tinggal di daerah Maluku. Sapulette adalah nama fam yang turun

dok/rebloggy.com

Diskusi Kamisan: Memperbincangkan Identitas Dan Mahasiswa

Oleh: Dyanning Pangestika Jika anda bertanya arti dari identitas kepada Kamus Besar Bahasa Indonesia, anda akan mendapat jawaban bahwa identitas merupakan ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang. Lontarkan pertanyaan tersebut pada sekumpulan individu, maka anda akan mendapatkan jawaban yang sangat beragam. Karena ternyata, masing-masing individu memiliki definisi tersendiri untuk menggambarkan arti dari sebuah identitas. Definisi dari

Ilusrasi Tolerantia - Kemampuan Menanggung Penderitaan dan Rasa Sakit. Dok/ Keith Negley

TOLERANTIA

Hussss!!! Maneh tong ngomong kitu ka si Rico (hus, kamu jangan bicara begitu ke Rico). Gelak tawa teman-temannya seketika  terhenti  setelah Rahman melerai perbincangan mereka tentang Rico, anak yang pendiam dan merupakan keturunan dari kaum sarane¹. Dia adalah Rico Sapullete anak dari Christian Sapullete yang tinggal di daerah Maluku. Sapulette adalah nama fam yang turun

Ilustrasi rambut. dok/ @cindyfransisca13 (imgrum.net)

Klab Menulis : Cepak ABRI

Berikut 2 tulisan yang dipilih untuk tampil di website MP saat Klab Menulis edisi 15 Agustus 2016. Tema yang dipilih kali ini adalah “Cepak Abri”.   Pertayaan Tentang Model Rambut   “Kenapa bro potong rambut kayak gitu?” tanyaku. Di bagian sisi kepalanya hanya tersisa rambut tipis. “Tinggal ½ cm saja,” uajarnya. Sedangkan di bagian atas kepala, rambut

Woman & computer. Dok/ Pinterest/ Jenn Schiffer

[Kolom Feminisme] Women in Tech

Seiring berjalannya era globalisasi, teknologi pun seakan menjadi sebuah kebutuhan di masa kini. Berbagai kalangan masyarakat seolah sudah paham betul bagaimana caranya untuk menggunakan teknologi sebagai sarana pendukung kehidupan modern. Baik laki-laki maupun perempuan telah menggunakan teknologi sebagai media kehidupan yang esensial. Namun, tidak hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dewasa ini teknologi pun telah

Cover Album Rekah - MP UNPAR

Resensi Musik: Rekah-Berbagi Kamar

Setelah sebelumnya merilis lagu Untuk Gadis yang Selalu Memakai Malam, band asal Jakarta, Rekah, merilis EP berjudul Berbagai Kamar. Antisipasi telah lama terbentuk sejak dilepasnya lagu tersebut, mengingat betapa rapi dan tidak banyaknya band bersuara serupa. Di perkenalan berikutnya ini, Rekah berhasil memuaskan sekaligus semakin membuat penasaran. Terdiri dari 5 lagu, album pendek dari kuintet

Klab Menulis

Ilustrasi rambut. dok/ @cindyfransisca13 (imgrum.net)

Klab Menulis : Cepak ABRI

Berikut 2 tulisan yang dipilih untuk tampil di website MP saat Klab Menulis edisi 15 Agustus 2016. Tema yang dipilih kali ini adalah “Cepak Abri”.   Pertayaan Tentang Model Rambut   “Kenapa bro potong rambut kayak gitu?” tanyaku. Di bagian sisi kepalanya hanya tersisa rambut tipis. “Tinggal ½ cm saja,” uajarnya. Sedangkan di bagian atas kepala, rambut

Resensi

Cover Album Rekah - MP UNPAR

Resensi Musik: Rekah-Berbagi Kamar

Setelah sebelumnya merilis lagu Untuk Gadis yang Selalu Memakai Malam, band asal Jakarta, Rekah, merilis EP berjudul Berbagai Kamar. Antisipasi telah lama terbentuk sejak dilepasnya lagu tersebut, mengingat betapa rapi dan tidak banyaknya band bersuara serupa. Di perkenalan berikutnya ini, Rekah berhasil memuaskan sekaligus semakin membuat penasaran. Terdiri dari 5 lagu, album pendek dari kuintet

Siaran Pers

Aksi 
Front Persatuan Rakyat dan Mahasiswa Anti Militerisme pada 15 Agustus 2017 di depan Dinas Sejarah Kota Bandung. Dok/MP

Pernyataan Sikap : New York Agreement, Jalan Aneksasi Illegal Indonesia Atas West Papua

Penandatanganan perjanjian New York antara Belanda dan Indonesia terkait sengketa wilayah Papua Barat pada tanggal 15 Agustus 1962 dilakukan tanpa keterlibatan satu pun wakil dari rakyat Papua. Perjanjian tersebut hanya melibatkan 3 pihak diantaranya, Indonesia, Belanda dan Amerika Serikat sebagai penengah. Padahal perjanjian itu berkaitan dengan keberlangsungan hidup rakyat Papua. Perjanjian ini mengatur masa depan

Top