Water Wars

Musim penghujan masih berlanjut di tatar Parahyangan ini. Indikasinya jelas terlihat, saat rintik-rintik air turun dari langit pada Sabtu, 23 Januari 2010. Tidak deras memang, namun cukup untuk membuat orang-orang malas keluar dari kediamannya. Alasannya seringkali tipikal, tidak ingin terkena basah.

Sore itu, plaza Gedung Serba Guna Universitas Katolik Parahyangan justru jauh lebih basah dari biasanya, sebasah saat hujan deras. Tetapi, mahasiswa-mahasiswa ditempat tersebut justru sangat bersemangat dengan datangnya air. Bukan air hujan belaka.

Lebih dari itu, sorak sorai gempita para mahasiswa yang berasal dari jurusan Arsitektur tersebut semakin bergemuruh. Perang air alias Water Wars. Begitulah pesta rakyat mahasiswa Arsitektur itu disebut. Dari namanya, dapat dianalisa bahwa kegiatan ini akan sangat bersangkut paut dengan air.

Kata perang selama ini identik dengan kekerasan. Tidak dapat dipungkiri Water Wars juga penuh kekerasan. Namun dengan senjata air, segala efek buruk dan menyakitkan direduksi seminimal mungkin. Begitulah premis yang hendak disajikan oleh Water Wars. Di luar hal tersebut, acara ini bertindak sebagai sebuah hiburan belaka, menang kalah adalah nomor ke sekian.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *