Unpar Merilis Surat Edaran Terbaru Terkait Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19

Surat edaran Unpar terkait upaya pencegahan peneybaran COVID-19.

STOPPRESS, MP – Minggu (15/3), Pihak kampus Universitas Katolik Parahyangan akhirnya mengeluarkan surat edaran resmi terkait dengan pencegahan penyebaran virus COVID-19. Serupa dengan langkah yang sudah diambil oleh beberapa kampus lainnya, Unpar meniadakan semua kegiatan perkuliahan tatap muka sampai akhir semester genap 2019/2020. Selain itu, terkait dengan UTS, apa yang dijadwalkan pada tanggal 16-21 Maret akan diundurkan menjadi 23-28 Maret dan diganti dalam bentuk take home exam. Meskipun begitu, beberapa fakultas seperti FISIP telah lebih dahulu mengumumkan bahwa sebagian besar UTS akan diganti dalam bentuk take home. Terdapat beberapa mata kuliah di mana mahasiswa tetap perlu datang ke kampus untuk mengumpulkan dan menandatangani lembar presensi, dan terdapat beberapa mata kuliah lain yang menunggu keputusan dosen terkait. Terkait hal tersebut, semua keputusan dosen sebelumnya dianulir dan FISIP mengikuti surat keputusan rektor tanggal 15 Maret 2020.

Selain itu, sesuai dengan himbauan sebelumnya pada tanggal 4 Maret, surat edaran pencegahan COVID-19 ini meminta seluruh dosen Unpar diminta menyiapkan materi pembelajaran secara daring melalui sistem yang sudah ada yaitu IDE (Interactive Digital Learning Environment). Meskipun pertemuan tatap muka mahasiswa dibatalkan, namun dosen dan tenaga prakarya tetap beraktivitas di dalam kampus dengan tetap memprioritaskan kondisi kesehatan masing-masing. 

Lebih lanjut, seluruh pegawai dilarang melakukan perjalanan dinas baik untuk dalam maupun luar negeri. Mereka yang mengalami gejala flu, batuk, atau demam diminta berdiam di rumah, dan mereka yang baru kembali dari kawasan berisiko diminta untuk melakukan isolasi diri. 

Pusat pelaporan universitas dapat dihubungi melalui narahubung 08112141955.

Sebelumnya, diketahui bahwa beberapa kampus seperti Universitas Indonesia (UI) serta Binus University sudah mengantisipasi dengan mengadakan kuliah jarak jauh dan online learning. Namun begitu, pihak UI tetap memperbolehkan KBM (kegiatan belajar mengajar) dalam bentuk praktik dengan arahan petugas tetap melakukan pencegahan tersebarnya virus di tempat-tempat praktik.

Langkah ini dilakukan mengingat penyebaran virus COVID-19 di Indonesia sudah semakin meluas. Salah satu cara efektif yang diutilisasikan di sini adalah konsep social distancing, Istilah ‘kampus diliburkan’ tidak tepat mengingat bahwa kegiatan belajar mengajar akan tetap dilakukan tanpa tatap muka, dan bahwa kebijakan ini diambil tidak bagi para mahasiswa untuk melakukan kegiatan perjalanan yang tidak perlu.

Sebelumnya, pada tanggal 4 Maret, Unpar telah mengeluarkan pernyataan berjudul ‘Himbauan dan Tata Laksana Antisipasi Penyebaran Virus Corona (COVID-19). Hal-hal esensial seperti pengecekan kesehatan, menghindari kontak jarak dekat, dan rekomendasi terkait langkah-langkah menjaga kebersihan yang bisa dilakukan telah ada. Namun, terkait dengan kegiatan sehari-hari maupun kunjungan masih bertaraf himbauan dan rekomendasi, secara efektif telah berganti dengan rilis pada tanggal 15 Maret yang menangguhkan semua kunjungan dan membatalkan semua kegiatan tatap muka.

Reporter: Naufal Hanif & Novita

Penulis

Related posts

*

*

Top
Atur Size