Unpar Memilih Tidak Menurunkan Uang Kuliah Semester Ganjil 2020/2021

STOPPRESS, MP — Sabtu (31/5) lalu, Badan Eksekutif Mahasiswa telah menyelenggarakan Forum Bersama antara mahasiswa dengan pihak kampus. Forum daring yang diikuti oleh Rektor, Wakil Rektor, dan Kepala BKA maupun 250 mahasiswa itu berusaha menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang dimiliki mahasiswa soal UKT, bantuan keuangan, transparansi, kompensasi, dan metode perkuliahan pada semester depan. Unpar tetap tidak akan menurunkan uang kuliah.

Meskipun telah terdapat ratusan mahasiswa yang menandatangani petisi penurunan uang kuliah yang diinisiasi Aliansi Mahasiswa Kampus Humamum, Mangadar Situmorang selaku Rektor menyatakan bahwa Unpar memutuskan untuk tidak ada perubahan biaya kuliah. “Unpar sudah mengambil kebijakan untuk tidak menurunkan biaya kuliah Semester Ganjil 2020/2021.” tegas Mangadar. Kampus lain, beberapa di antaranya menurunkan uang kuliah, dikatakan memiliki rasionalisasinya sendiri.

Disebutkan bahwa Unpar akan memberikan keringanan seperti beasiswa atau kesempatan mencicil. Terdapat tiga skenario: antara mekanisme cicilan empat kali untuk biaya kuliah, mekanisme pengajuan bantuan via fakultas, dan konsep ‘Beasiswa Gotong Royong’ dari BEM. Untuk skenario terakhir masih berupa rancangan dan per waktu artikel ini ditulis (6/6) belum ada keberlanjutan dari pihak BEM.

Pihak kampus juga tidak akan melakukan pengembalian biaya, namun dialihkan untuk kegiatan di semester depan. Diperkirakan bahwa pengeluaran universitas akan meningkat dua kali lipat pada masa Juli-Agustus, ditambah biaya-biaya lain seperti infrastruktur dan listrik. Sebelumnya, mahasiswa mengajukan pengembalian biaya ini mengingat banyak fasilitas dan infrastruktur kampus yang tidak dipakai pada paruh kedua Semester Genap 2019/2020.

Lebih lanjut, setiap mahasiswa akan diberikan kompensasi sebesar Rp500.000 per mahasiswa, dengan pilihan diambil atau disumbangkan untuk aksi kemanusiaan. Mekanisme ini dilakukan melalui google form dimana mahasiswa yang ingin mengambil bantuan mencantumkan nomor rekeningnya melalui form tersebut.

Namun, mereka yang tidak mengisi form akan diasumsikan menyumbangkan dana tersebut kepada aksi kemanusiaan. Form terkait pun telah disebarkan di kalangan mahasiswa Sabtu (30/5) lalu melalui media sosial HMPS, BEM, dan BKA.

Publikasi Transparansi yang Dijanjikan

Dalam forum yang sama, diterangkan bahwa Unpar menganut prinsip berimbang dalam pembelanjaannya. Kasaran perhitungan tersebut adalah, dari 200M yang didapatkan melalui biaya kuliah, 120-130M digunakan untuk menggaji dosen, ditambah listrik, lisensi, pajak, keanggotaan organisasi, dan penunjang kegiatan akademik seperti pengembangan dosen, seminar dan konferensi internasional, kuliah tamu, kegiatan kemahasiswaan, dan praktik lapangan. Selain itu, terdapat juga beasiswa yang disebutkan dialokasikan 12M setiap tahunnya.

Dalam masa pandemi ini sendiri, dana yang tidak terpakai dialihkan untuk memperbaiki server IDE Unpar agar dapat menampung lebih banyak mahasiswa. Server tersebut, dalam liputan lain, masih terhambat di sektor pengadaan barang akibat sulitnya mencari penyuplai saat pandemi. Akibatnya, seperti beberapa bulan terakhir, mahasiswa dan dosen tetap menggunakan sarana alternatif seperti Zoom atau Google Classroom.

Namun, detail atas transparansi ini belum terlalu dijelaskan oleh pihak kampus. Anggaran dana kemahasiswaan yang sebagian besar tidak terpakai mungkin dialihkan untuk kegiatan lain dan belum didiskusikan. Total dari dana kemahasiswaan sendiri tidak diketahui baik oleh BEM maupun anggota Persatuan Mahasiswa Unpar.

Laporan keuangan juga tidak dipublikasikan oleh pihak universitas, begitu juga kenaikan uang kuliah setiap semesternya. Padahal, per keputusan Komisi Informasi Jawa Barat Nomor 961/PTSN-MK. M/KI-JBR/IV/2018 beberapa tahun silam, Yayasan Unpar merupakan badan publik dan laporan keuangannya bisa dan perlu diketahui oleh mahasiswa.

Pihak kampus berjanji akan mempublikasikan transparansi anggaran secara lebih detail melalui kanal media sosial di kemudian hari. Walau begitu, belum ada kepastian waktunya sendiri terkait publikasi transparansi ini.

Naufal Hanif | Novita | Nathanael Angga

Related posts

*

*

Top
Atur Size