Uji Publik Kahim TI: Mempersiapkan Mahasiswa ke Jenjang Dunia Kerja

Suasana uji publik calon tunggal Ketua HMPSTI periode 2020 pada Rabu (6/11) lalu. dok/MP

STOPPRESS, MP – Rabu (6/11) kemarin telah dilaksanakan uji publik calon Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri (HMPSTI). Bertempat di ruang 10122, uji publik ini dihadiri oleh kurang lebih 50 mahasiswa TI dan dimulai pada pukul 18.00 WIB. Adapun 3 panelis dalam uji publik kali ini adalah Matthew Samtani sebagai Ketua HMPSTI, Vania Edra sebagai Wakil Internal HMPSTI, serta Eric Novaldi, Wakil Eksternal HMPSTI periode 2018/2019 dan periode 2019. 

Selama hampir 2 jam, keseluruhan rangkaian uji publik ini membahas mengenai persiapan mahasiswa untuk bersaing di dunia kerja beserta langkah konkritnya. Sesuai dengan visi dari calon tunggal Ketua HMPSTI, Kenneth Aristia yaitu mewujudkan HMPSTI yang mengembangkan potensi di bidang TI dan menggerakkan karya mahasiswa TI Unpar dalam upaya peningkatan daya saing menuju dunia profesional. Dengan 4 misinya, Kenneth menginginkan adanya wadah untuk mempersiapkan mahasiswa TI agar bisa bersaing pada dunia kerja nantinya.

Muncul pertanyaan mengenai fenomena yang mendasari munculnya visi HMPSTI periode 2020. Kenneth membandingkan fenomena TI dengan fenomena di Institut Teknologi Bandung (ITB), dimana sejak semester 1 sudah diberikan arah dan informasi yang kemudian bisa mengembangkan mahasiswanya.

Menurut Kenneth, HMPSTI periode sebelumnya sudah menjalankan tahap demi tahap, tetapi pada periode 2020 nanti Kenneth ingin memastikan bahwa mahasiswa TI dapat mengembangkan potensi di bidang TI dalam 5 stage.

Stage pertama  memberitahu kemana TI bisa bergerak, stage kedua yaitu ketika mahasiswa TI bisa memilih interestnya, stage ketiga yaitu ketika sudah terjadi pengelompokkan minat, stage keempat yaitu ketika sudah berjalan informasi yang tepat guna dengan interest, dan stage kelima yaitu pembentukan tim pembimbing kejuaraan,” jelas Kenneth.

Dalam mengimplementasikan misi, langkah konkrit yang dilakukan juga sesuai dengan stage yang ada dalam masyarakat, yaitu mengelompokkan interest yang ada di TI dan pembentukan tim pembimbing juara.

“Mahasiswa TI kemudian dapat berkontribusi sesuai interest supaya bisa melengkapi satu sama lain,” jelas Kenneth. Untuk mahasiswa yang belum menemukan interest-nya, Kenneth mengusulkan adanya penyebaran informasi yang komprehensif tentang prospek kerja dan menciptakan suatu kelompok agar mahasiswa bisa berinteraksi sesuai interest

Selain membuat arah baru bagi HMPSTI, struktur organisasi yang dibawakan juga mengalami pembaharuan, dimana terjadi pemisahan antara divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) dan Wakil Internal. “Fokus disini adalah internal bisa membantu mahasiawa secara spesifik dimana Litbang bisa dijadikan bagian yang memberikan evaluasi terhadap HMPSTI,” jelas Kenneth.

Untuk perkembangannya, sesuai dengan visi Kenneth, divisi Litbang akan melakukan pengkajian sehingga informasi yang dipublikasikan bersifat komprehensif bersamaan dengan menaikkan peran dari media sosial. “Karena itu juga ingin membuat media sebagai sumber informasi yang terutama dan interaktif bagi mahasiawa,” tutur Kenneth.

Pada pertengahan acara debat, salah seorang mahasiswa TI, Ilmor Mahardika bertanya mengenai keberadaan idealisme mahasiswa yang dapat tergerus apabila selalu dipersiapkan untuk “bersaing” di dunia kerja, “apakah fokus himpunan adalah membuat mahasiswa menjadi “mesin” dan budak korporat?” tanya Ilmor.

Adapun respon dari Kenneth adalah pernyataan budak korporat tersebut tidaklah benar, karena mahasiswa akan diberi kebebasan juga.”Bisa jadi mereka menjadi wirausaha,” jawab Kenneth.

 

Alfonsus Ganendra, Eric Cihanes || Brenda Cynthia

Related posts

*

*

Top