Uji Publik Cakahim Teknik Kimia: Melanjutkan Visi Misi

Suasana uji publik calon Ketua HMPSTK yang diadakan Rabu (6/11) lalu. dok/MP

STOPPRESS, MP – Uji publik calon Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia (HMPSTK) telah diadakan hari Rabu (6/11) lalu di ruang 10121. Samuel Alvian Mahardika, calon tunggal Ketua HMPSTK sekaligus Ketua HMPSTK periode 2019 memiliki visi “Mewujudkan HMPSTK kabinet kita yang membawa masyarakat Teknik Kimia untuk mengembangkan sikap kritis, tanggap, dan aktif.”

Visi dan misi yang dicanangkan oleh Samuel untuk periode 2020 sama dengan yang ia bawakan pada himpunan periode 2019 ini. Misinya, antara lain perlunya penilaian dan kritik fenomena oleh semua pihak, pengumpulan aspirasi, peningkatan kesadaran dan kepedulian, penyediaan wadah bagi mahasiswa untuk berkembang, dan pembangunan relasi himpunan dengan pihak eksternal.

Masalah utama yang dibahas dalam uji terfokus pada kemampuan mahasiswa Teknik Kimia dalam berwirausaha. Beberapa program kerja (proker) yang dicetuskan oleh Samuel beriorientasi pada peningkatan kemampuan mahasiswa di bidang kewirausahaan, seperti kerja sama dengan perusahaan BukaLapak, Nutrifood, PT. Jamiko Jaya Kreasi, serta Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia kampus lain, misalnya HIMATEK ITB. Selain kewirausahaan, ada juga pengembangan hard skill dan soft skill yang diwadahi melalui proker pembentukan karakter untuk pengembangan SDA, Career Expo, CHEF, SIAP, dan TATK.

Hal lain yang patut disorot adalah pengadaan wadah aspirasi untuk mahasiswa Teknik Kimia. Wadah yang dimaksud adalah Aspirasi Chemical Engineering (ACE). Wadah aspirasi ini akan mengumpulkan dan mengevaluasi aspirasi mahasiswa mengenai proker dan feedback untuk himpunan.

Tak hanya aspirasi, ada juga pembinaan yang dilakukan untuk mengajak mahasiswa baru menjadi lebih aktif dalam kegiatan kemahasiswaan.

Uji publik kemarin juga meliputi masalah pentingnya kekeluargaan di HMPSTK dan kinerja di struktur organisasi himpunan. Kekeluargaan, menurut Samuel, adalah keharusan dalam himpunan. Komunikasi diperlukan untuk mempertahankan kekeluargaan itu, begitu pula dalam mengoordinasi struktur dalam himpunan.

Untuk mengambil keputusan, Samuel mengatakan perlunya musyawarah mufakat dan diskusi dari semua pihak. Pengambilan keputusan di himpunan belum optimal karena ada perbedaan latar belakang, superioritas dalam organisasi, dan lain-lain. Oleh karena itu, semua mahasiswa Teknik Kimia harus berpartisipasi aktif dalam himpunan untuk menjaga kekeluargaan dan meningkatkan kinerja himpunan secara keseluruhan.

Uji publik yang berlangsung dari pukul 18.30 WIB dihadiri kurang lebih 30 mahasiswa. Saat proses uji publik berlangsung, ada dua pertanyaan dari mahasiswa yang dianulir moderator karena dianggap tidak sesuai dengan fenomena yang ditanyakan oleh panelis pada sesinya, antara lain mempertanyakan tentang career expo dan apakah perlu adanya pembinaan.

Hanna Fernandus, Alfonsus Ganendra || Brenda Cynthia

Related posts

*

*

Top