Turki Menarik Kembali Proposal Hukum Pemerkosaan yang Baru

Turki Menarik Kembali Proposal Hukum Pemerkosaan yang Baru

INTERNASIONAL MP, UNPAR – Perdana Menteri Turki, Binali Yildirim, menarik kembali proposal hukum pemerkosaannya yang baru setelah rakyatnya melakukan berbagai demonstrasi. Para demonstran berpendapat bahwa hukum ini akan meningkatkan angka pemerkosaan dan juga pernikahan dengan anak.

Proposal hukum tersebut menyediakan ruang bagi para pemerkosa anak di bawah umur 18 tahun untuk tidak dipenjara selama sang pemerkosa mau menikahi anak yang telah mereka perkosa. Selain menikahi anak yang diperkosa, sang pemerkosa juga akan dibebaskan dari hukuman penjara jika ternyata kedua belah pihak berhubungan intim tanpa adanya paksaan atau ancaman.

Demonstrasi yang dilakukan oleh beribu-ribu warga Turki di Istanbul dan kota-kota lainnya berbunyi “We will not shut up. We will not obey. Withdraw the bill immediately.” Selain demonstrasi, proposal hukum ini juga menimbulkan reaksi di media sosial. Dengan hashtag #Thisisakid, para pengguna media sosial menampilkan foto anak-anak yang bermain dan tersenyum. Hashtag yang pada akhirnya masuk trending topic ini, memiliki tujuan agar proposal hukum tersebut dikembalikan lagi kepada parlemen dan tidak disetujui.

Pemerintah Turki menyatakan bahwa proposal hukum tersebut akan mengurangi jumlah para suami yang pergi ke penjara. Hal ini penting karena berarti sang suami akan meninggalkan istri dan anak-anaknya sendirian. Lalu jika, proposal ini disahkan maka akan berpotensi membebaskan sebanyak 3.000 pria yang sedang dipenjara karena kasus yang berkaitan.

Selain itu, mereka juga merasa bahwa proposal hukum yang baru ini akan dapat menyelesaikan masalah dalam negeri. Hal itu berpotensi menyebabkan kekerasan terhadap anak telah meningkat sebanyak tiga kali lipat sebanyak sepuluh tahun.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga meminta pemerintah untuk tidak menyetujui proposal tersebut karena akan menghambat, bahkan mengurangi kemampuan negara untuk memerangi tindakan pemerkosaan.  PBB juga menyatakan bahwa pelaku kekerasan terhadap anak-anak bukan seharusnya dibebaskan, melainkan mereka seharusnya dihukum seberat-beratnya. Selain untuk efek jera, keselamatan anak-anak secara luas dapat dilindungi.

Pada akhirnya, proposal ini sekarang akan dikembalikan kepada komisi yang akan mengkaji ulang dan mempertimbangkan pendapat-pendapat dari oposisi dan juga masyarakat Turki.

Sumber: BBC World News | United Press Internasional | Independet UK | Tanya Lee Nathalia

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *