Toilet PPAG Dikunci Dinilai Tidak Menyelesaikan Masalah

Toilet PPAG

STOPPRESS, MP – Sejak dikuncinya toilet PPAG pada awal Oktober, beberapa mahasiswa FT telah merasa keberatan.  MPM FT, Ketua HMPSArs dan HMPSTS merasa bahwa kebijakan ini tidak menyelesaikan masalah yang ada.

“Bukan memperbaiki kebiasaan, mungkin saja kebiasaan ini muncul tapi di tempat lain,” ujar Ega Ciaputra selaku MPM FT saat ditemui di ruang MPM pada Jumat (2/11). Ia juga menambahkan bahwa kebijakan ini hanya sekedar membatasi terjadinya tindakan buruk di toilet dan bukan kebijakan yang efektif.

Gerits Michael selaku MPM FT juga menyampaikan hal serupa. Ia merasa bahwa kebijakan ini hanya memindahkan masalah dan bukan menyelesaikannya.

Hal serupa disampaikan Evan Christopher selaku ketua HMPSTS. “Yang ditanamkan di sini kan mental mahasiswa untuk lebih bisa bertanggung jawab,” ujar Evan. Ia juga mengatakan bahwa kebijakan ini bukanlah solusi bagi mahasiswa agar lebih berkembang. Menurutnya, seharusnya mahasiswa dilatih untuk bertanggung jawab ketika menggunakan toilet. Dengan itu, mahasiswa akan berkembang dengan sendirinya.

Evan menjelaskan bahwa mahasiswa tidak mengetahui alasan toilet PPAG dikunci. Jika mahasiswa diberi tahu akan permasalahan yang ada, dapat membuat mahasiswa introspeksi dan bisa lebih bertanggung jawab, tambah Evan.

Gerry Salman selaku ketua HMPSArs juga mengatakan bahwa ini adalah masalah tanggung jawab mahasiswa. “Kita sebagai pengguna suatu tempat harus bertanggung jawab juga akan tempat itu,” ujar Gerry. Ia menambahkan bahwa sosialisasi baik secara langsung maupun melalui media sosial dapat menumbuhkan rasa bertanggung jawab.

Penggunaan CCTV juga dirasa dapat membantu mahasiswa menumbuhkan kebiasaan untuk mejaga kebersihan dan keamanan. “Jadi tahu siapa yang keluar masuk toilet, kalau ada kehilangan bisa bisa ketahuan,” ujar Gerits.

Gerits mengakui bahwa pemasangan dan pengoperasian CCTV tidak mudah, namun hal ini dapat menimbulkan kebiasaan dengan menangkap orang yang tidak bertanggung jawab. Menurut Gerits, pemberian sanksi sosial lebih efektif disbanding hukuman administratif karena dapat menimbulkan efek jera.

Untuk mengusahakan toilet PPAG dibuka kembali, MPM FT sedang bekerja sama dengan Divisi Litbang HMPSTS dalam hal pengumpulan data. Jumlah pengguna toilet PPAG di malam hari akan didata dan selanjutnya diserahkan ke WD III FT.

 

Gallus Presiden