Tentang KKBM dan Coop Space Hari Ini

dok/SorgeMagz

MP – Awal semester ini, Coop Space yang terletak di belakang aula UKM cukup sepi. Kedai makanan maupun coop coffee tutup, praktis keramaian tempat itu menurun dengan cukup drastis meskipun beberapa mahasiswa tetap bertahan dan menggunakan tempat yang ada untuk sekadar nongrkong atau mengerjakan tugas. Tak hanya coop space, KLTP yang biasa mengadakan screening film secara berkala juga belum terlihat pada semester ini.

Sebenarnya, apa yang terjadi dengan KKBM?

“Ada wacana renovasi gedung UKM meliputi Coop Space sampai fotokopi (milik KKBM)” ujar Daud, Ketua KKBM. Desas-desusnya, renovasi ini akan mulai terlaksana pada bulan Februari ini. Namun, baik KKBM maupun UKM belum mendapatkan informasi yang jelas dari pihak Universitas terkait dengan rencana ini. Berbeda dengan UKM yang tetap menggunakan sekretariatnya seperti biasa, coop space tutup sementara berkaitan dengan ketidakpastian informasi yang mengganggu operasional mereka.

Hal ini disebabkan karakteristik KKBM sebagai kooperasi yang salah satunya bergerak di bidang food and beverage. “Beberapa operasional diberhentikan sementara karena takut mubazir stok” ujar Daud. Ketidakpastian linimasa dari renovasi yang akan diselenggarakan ini membuat KKBM khawatir untuk menjalankan operasionalnya seperti biasa. “Fix tanggalnya berapa tidak ada, terjadi ketidakpastian besar” tutur Randi, salah satu anggota KKBM.

Hal yang sama menyebabkan beberapa mitra sekaligus karyawan yang menyediakan makanan di coop space tak lagi beroperasi dan mengundurkan diri dari KKBM. Ketidakpastian mengenai linimasa ini, apalagi dengan perkiraan sebelumnya yaitu Februari akan mulai, menyebabkan para mitra khawatir akan merugi. Oleh karena itu, operasional untuk kantin di coop masih tutup sampai sekarang.

Isu lain adalah mengenai pembubaran KKBM. Sempat beredar pada Desember tahun lalu, para anggota KKBM telah berkumpul dan sepakat bahwa koperasi mahasiswa tersebut akan terus berjalan dan tetap berbentuk koperasi. “Dari segi manajerialnya diperbaiki, kami sadar segi manajerial KKBM belum efektif” ujar Randi. Selain itu, KKBM juga ingin memperbaiki hubungan dengan kampus. “Kami bukan organisasi rebel” lanjutnya. Ia ingin antara organisasinya dengan pihak kampus bisa berkoordinasi dan bahkan bekerjasama dan menghasilkan kemitraan yang memuaskan. “Jangan malah saling berprasangka buruk” ujarnya.

Pihak kampus sendiri menginginkan hal yang berbeda. “(Mereka) inginnya kami jadi UKM, di bawah BKA” terang keduanya. Hampir seluruh anggota tak menginginkan hal ini. Selain itu, proposal ini juga dianggap bermasalah sebab KKBM, dalam bentuknya sebagai Koperasi, dibentuk oleh SK Mendagri dan bertanggungjawab pada Menteri Kooperasi dan UKM. Jika KKBM menjadi UKM, maka akan terjadi dualitas sebab efektif akan berada di bawah SK Rektor. “Padahal sebagai koperasi,” terang Randi, “KKBM harus—sesuai undang-undang—independen dan tak diintervensi siapapun”. Keputusan terakhir, ujarnya, berada di anggota. “Pembubaran sekalipun hanya bisa dikehendaki oleh para anggota” pungkasnya.

Baik Daud maupun Randi menekankan pentingnya koperasi untuk tetap independen sekaligus memiliki jalur kerjasama yang efektif. “Di kampus lain saja bisa!” terangnya. Sementara itu, segala macam keputusan mengenai bentuk dan masa depan KKBM akan ditentukan dalam Rapat Anggota Tahunan Jumat (21/2) besok. “Jadi kami hold dulu kalau soal keputusan” ujar Randi.

Di tengah segala ketidakpastian ini, KKBM berusaha untuk mengaktifkan kembali operasionalnya. Coop Coffee sudah mulai berjalan lagi, dan operasional untuk makanan di coop akan muncul kembali dalam beberapa minggu ke depan. KLTP sendiri akan mulai beoperasi segera, terang Daud. Hal ini dilakukan mengingat ketidakpastian ini telah menghambat kinerja KKBM dan menghasilkan rugi yang lumayan. “(Akibatnya) rugi, rugi besar” keluh Randi.

Daud berpesan bagi para mahasiswa untuk tetap mendukung jalannya KKBM. “Butuh dukungan dari teman-teman yang sudah menganggap ini sebagai ruang komunal alternatif ketika ruang di kampus berbelit dengan birokrasi” jelasnya. KKBM, baginya, digunakan oleh mahasiswa juga, maka mahasiswa diharapkan tak meninggalkan KKBM.

Selain itu, Randi berpesan bagi para mahasiswa agar menjaga kebersihan di coop space. “Jadi citra buruk di kampus!” pungkasnya.

Tags

Related posts

*

*

Top