TAP MPM tentang PUPM tak kunjung disahkan, KPU PM 2017-2018 Alami Kendala

TAP MPM tentang PUPM tak kunjung disahkan, KPU PM 2017-2018 Alami Kendala

STOPPRESS, MP – Iffan Wijaya (Teknik Sipil 2014) selaku ketua Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (KPU PM) UNPAR periode 2017-2018 menjelaskan pihaknya telah mulai bekerja meskipun dengan Ketetapan Majelis Perwakilan Mahasiswa (TAP MPM) tentang PUPM periode sebelumnya lantaran TAP untuk periode 2017-2018 belum kunjung disahkan.  

“Kalau sekarang kebetulan daripada gak ada progress dan pembahasan TAP-nya (red. TAP MPM tentang PUPM) lama serta gak keluar-keluar (red. disahkan), kami ikutin dulu TAP yang tahun lalu,”ucap Iffan Wijaya saat diwawancarai usai Forum Komunikasi TAP MPM tentang PUPM yang turut mengundang ketua himpunan dan presiden mahasiswa pada Rabu (31/01) lalu.

Meskipun demikian, Iffan mengaku bahwa bila TAP MPM tentang PUPM periode 2017-2018 ini telah disahkan, maka ia akan mengikuti TAP yang baru tersebut sebab TAP yang lama tidak berlaku lagi. Walaupun sudah membuat sejumlah perencanaan, Iffan juga memastikan untuk membuat sejumlah penyesuaian baik dalam peraturan KPU maupun dalam mata kegiatan dalam PUPM.

“Kita sekarang bergerak berdasarkan TAP yang sebelumnya, jika nanti akan ada perubahan maka kita akan berusaha sebisanya untuk menyesuaikan,” ujar Iffan.

Menurut Firman Gumilar, ketua MPM, Pembahasan mengenai TAP MPM tentang PUPM sudah berlangsung sejak bulan November 2017. TAP yang baru belum bisa disahkan karena sedikitnya waktu untuk mempersiapkannya. Lantaran banyaknya hari-hari libur sementara hal yang dibahas cukup banyak, pembahasan pun mengalami penundaan.

“Untuk tahun ini pembuatan TAP MPM tentang PUPM sama tetapi waktunya saja berbeda karena kami benar-benar menggodok secara dalam jadi agak lama menyelesaikannya. Untuk sistem nya tetap harus TAP dulu baru peraturan KPU yang keluar,” ujar Firman ketika diwawancarai usai Forkom TAP PUPM yang diselenggarakan di ruang sekretariat MPM.

Selain pengesahan TAP MPM tentang PUPM, kendala lain juga dialami oleh KPU PM 2017-2018 perihal timeline PUPM 2017-2018 yang belum juga diumumkan hingga akhir Januari 2018 lalu. Iffan pun mengatakan bahwa timeline akan diumumkan bila MPM telah memerintahkan KPU PM 2017-2018 untuk mulai bekerja.

Terkait belum jelasnya timeline PUPM 2017-2018, sejumlah ketua himpunan juga menyampaikan pendapatnya terkait permasalahan itu. Mirza Gumbira (Manajemen 2015), selaku ketua Himpunan Program Studi Manajemen (HMPSM), menyatakan kekhawatirannya karena timeline kerja yang belum dikeluarkan oleh KPU.

“Kita ini sedang mencari pemimpin, dan proses ini tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat, kita butuh waktu untuk menyiapkan berbagai hal untuk pemilu ini. Kita harap kerja KPU akan lebih terstruktur dan dapat membuat kebijakan yang tepat guna dan tepat waktu,” ujar Mirza.

Jamie Wijaya (Teknik Kimia 2015), selaku ketua Himpunan Program Studi Teknik Kimia (HMPSTK), mengatakan bahwa keterlambatan timeline ini bisa dimengerti karena KPU memiliki berbagai hambatan. Meskipun demikian, ia juga menilai keterlambatan ini tentu akan mempengaruhi kerja himpunannya dalam mempersiapkan calon.

Nindyo Setiawan (HI 2015), selaku Ketua Himpunan Program Studi Hubungan Internasional (HMPS menolak berkomentar ketika ditanya mengenai masalah ini lantaran tidak hadir sepenuhnya di forkom yang diselenggarakan oleh MPM tersebut.

Pada periode 2016-2017, TAP MPM tentang PUPM disahkan tidak lama ketika penerimaan kepanitiaan KPU PM 2016-2017 dibuka. TAP MPM tentang PUPM ini juga merupakan acuan bagi KPU untuk membuat peraturan seputar pemilu.

ALDO PRADHANA

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *