Tanggapan Fakultas di Unpar Terkait Pelaksanaan Kuliah Online

Gedung rektorat Unpar. dok/MP

LIPUTAN, MP – Sejak pihak kampus menerapkan kebijakan pelarangan perkuliahan tatap muka secara langsung terkait pencegahan penyebaran Covid-19, perkuliahan pun dialihkan menjadi metode online (daring). Masing-masing fakultas sendiri turut mempersiapkan perkuliahan dimulai dari kesiapan dosen serta media pendukung. Namun, pengalihan metode pembelajaran menjadi kuliah online ini tidak lepas dari hambatan-hambatan yang ada.

Beberapa fakultas di Unpar menanggapi kegiatan belajar mengajar secara daring ini dengan beragam. Misalnya saja Fakultas Teknologi Informasi dan Sains (FTIS) yang telah menyesuaikan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk mata kuliah yang ditempu, termasuk di antaranya adalah target Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). FTIS sendiri tidak menuntut implementasi perkuliahan daring yang sangat ideal mengingat perubahan cara belajar-mengajar ini terjadi secara mendadak.

“Dosen-dosen diberi keleluasaan untuk menentukan metode penyampaian materi, juga evaluasi atau assessment yang akan digunakan dengan mempertimbangkan karakteristik mata kuliah dan mahasiswa peserta mata kuliah,” ujar Cecilia Esti Nugraheni selaku Dekan FTIS.

Hambatan yang menjadi penghalang dalam proses perkuliahan online (daring)yang dialami FTIS adalah sebagian dosen merasa belum siap atau belum cukup menguasai perkuliahan daring. Bagi beberapa dosen, bukanlah hal yang mudah untuk mengubah metode penyampaian materi yang sesuai untuk kuliah daring.

Misalnya saja metode ceramah yang biasa digunakan di perkuliahan tatap muka di kelas menjadi tidak sesuai lagi jika perkuliahan dilaksanakan secara daring. Sedangkan secara teknis, hambatan bagi mahasiswa maupun dosen ialah akses dan koneksi internet yang kurang baik.

Mengenai isu bahwa FTIS akan akan turut membantu Biro Teknologi Informasi (BTI) dalam menangani sistem IDE, Cecilia mengaku belum mendengar adanya rencana tersebut. Namun, dirinya mengaku bahwa fakultas siap membantu BTI untuk menangani sistem IDE yang akhir-akhir ini sering kali sukar untuk diakses. “Tentu saja FTIS akan mendukung upaya UNPAR untuk pelaksanaan perkuliahan daring sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kami.” imbuh Cecilia.

Sebelumnya, dosen-dosen dari FTIS juga sudah pernah dilibatkan sebagai narasumber, konsultan, dan staf ahli oleh BTI. “Seperti yang dilakukan kemarin, beberapa dosen FTIS diminta tergabung dalam tim untuk troubleshooting untuk membantu BTI dalam pelaksanaan UTS online.” tambahnya.

Sementara itu, Fakultas Hukum (FH) sendiri mengaku mendukung adanya kebijakan ini demi menjaga kesehatan mahasiswa, dan warga Unpar lainnya. Sebelumnya, bahkan FH telah merencanakan untuk menyediakan sarana kuliah melalui media daring yang ada di Unpar dengan memanfaatkan IDE yang rencananya akan mulai diterapkan pada Semester Ganjil 2020 nanti. Namun kebijakan ini dipercepat karena adanya penyebaran Virus Covid-19.

Saat diwawancara, Liona Nanang Supriatna selaku dekan FH mengatakan jika dosen-dosen muda di fakultasnya selama ini sudah terbiasa dengan metode pembelajaran seperti ini.

“Sebenarnya dosen-dosen muda sudah menggunakan media daring ini, jadi semacam blessing in disguise, semua perkuliahan menggunakan daring atau online,” ujarnya ketika diwawancara melalui surel. Menurutnya, bahkan dosen-dosen muda turut membantu dosen lainnya yang mengalami kendala oleh metode ini dengan menjadi fasilitator bagi mereka.

Untuk lebih memudahkan para dosen, fakultas sendiri memberikan kebebasan untuk menggunakan layanan lain selain IDE untuk kuliah online, misalnya Google Classroom, Google Meet, Line, WhatsApp, email, dan lainnya. “Yang penting sampai ke mahasiswa dan ada feedback, apa yang ditugaskan oleh dosen.” tambah Liona.

D3 Manajemen Perusahaan (D3MP) pun turut merespon kebijakan kampus ini. Sebelumnya, IDE ataupun media daring lainnya memang kerap digunakan sebagai salah satu platform pendukung dalam proses perkuliahan. Selain itu, sebagai bagian dari proses pembelajaran, pihak prodi menuntuk semua mahasiswa untuk mempersiapkan diri agar dapat mengikuti kegiatan pembelajaran daring.

Menurut Kaprodi D3MP, Nina Septiana, persiapan pelaksanaan kuliah daring di prodi D3MP dilakukan dalam waktu relatif singkat. Dirinya beranggapan jika peran tenaga pengajar sangat mendukung dalam memfasilitasi kebutuhan administrasi proses pembelajaran. Di prodi ini, kuliah daring dilaksanakan untuk semua mata kuliah, baik teori, maupun praktikum.

Pihak prodi sendiri telah berkoordinasi dengan semua dosen, baik dosen tetap maupun dosen luar biasa. “Sebagai langkah awal, prodi mengidentifikasi kesiapan dosen dalam menghadapi perubahan ini,” ujar Nina.

Penggunaan IDE sendiri bukan merupakan hal yang baru bagi para dosen D3MP. Semua dosen di prodi ini telah berpengalaman dalam mengombinasikan beragam multimedia dalam proses pembelajaran. Namun, untuk meniadakan sama sekali kegiatan tatap muka di kelas, merupakan hal yang benar-benar baru bagi semua dosen D3MP.

Saat ini, masih belum ada keseragaman dalam penggunaan media daring dalam proses perkuliahan. Untuk mengantisipasi berbagai kendala tak terduga, dosen menggunakan platform lain seperti Line atau WhatsApp sebagai sarana komunikasi dengan mahasiswa.

Server IDE yang sering kali mengalami overload menjadi salah satu kendala dalam perkuliahan daring ini. “Untuk itu, dosen perlu terus update untuk dapat menyiapkan alternatif penggunaan platform daring yang dikuasai, agar pelaksanaan perkuliahan daring dapat berjalan lancar.” tambah Nina.

Selain itu, ada kalanya proses pembelajaran daring terkendala dengan kekuatan jaringan yang tidak selalu stabil. Mata kuliah praktikum membutuhkan penyesuaian yang cukup banyak karena konten materi dan proses pembelajarannya yang berbeda dari mata kuliah yang bobot teorinya lebih banyak. Ada juga ketidaksiapan mahasiswa, terkait dengan ketersediaan gadget maupun jaringan internet.

Meskipun demikian, sejauh ini kuliah online di prodi D3MP telah berjalan cukup lancar, di mana materi pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik dan interaksi selama proses pembelajaran dapat berjalan dengan cukup memadai.

Reporter: Muhammad Rizky, Hanna Fernandus, Esyela Fransisca, Rayhan Ruhullah

Editor: Novita

Penulis

Related posts

*

*

Top
Atur Size