Tak Menghiraukan Ketidakpastian Pandemi, Proker Tetap Dijalankan

LIPUTAN, MP — Ditengah ketidakpastian karantina sosial akibat krisis pandemi, beberapa program kerja (proker) yang disusun oleh mahasiswa Unpar khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tetap berjalan sesuai rencana dimana mereka tetap mengadakan pendaftaran anggota dan menyusun panitia.

Yohannes Mario, Ketua Pelaksana Tosaya 2020 mengatakan bahwa persiapan program kerja tetap berjalan meskipun kondisi saat ini tidak memungkinkan.

Ketua BEM Unpar 2020, Hakkinen Malik menjelaskan bahwa program kerja merupakan hasil dari data dari Biro Riset dan Data pada awal periode dan tidak akan diberhentikan total. “BEM memilih untuk siap walaupun pandemi belum selesai dibandingkan tidak siap apabila pandemi selesai,” terangnya.

BEM memang berusaha untuk beradaptasi dalam program-program kerjanya agar lebih sesuai dengan kondisi saat ini. “Seperti Webinar Marketive dan Forbes Online,” terang Malik. Seluruh departemen, lanjutnya, ia persilahkan untuk berinovasi di luar rancangan awal dengan tetap menjalankan fungsinya.

Namun keleluasan akibat pandemi ini belum tentu dapat diikuti proker lainnya yang berada di bawah BEM, atau setidaknya bentuknya belum final. “Bagian acara yang diubah atau dihilangkan belum ada,” ujar Muhammad Zhafran, ketua pelaksana Parvisi, “masih sesuai planning awal karena kita belum tahu kapan pandemi ini berakhir,” ungkapnya.

Namun, proker lain seperti Tosaya, akan lebih sulit beradaptasi akibat sifat dari acaranya ke sarana daring mengingat sifatnya yang temu langsung. “Hal-hal yang kami rencanakan seperti kolaborasi dengan warga kampung. Kami sudah melakukan survey dengan kampung terkait, namun (sekarang) kami hanya dapat kontak dengan kepala BPD kampung setempat,” ujar Yohannes.

Sejauh ini, telah banyak program kerja di bawah BEM yang telah memulai perekrutan panitia seperti Parvisi, Tosaya, Marketive, Parlympics, Makelu, dan TEDxUnpar.

Sikap Optimisme Tanpa Ada Antisipasi

Tidak semua kegiatan di bawah himpunan juga dibatalkan atau ditunda akibat pandemi. Meskipun beberapa proker seperti Table Manner dan All Out Journalism milik HMPSIHI ditunda, GINTRE yang ditujukan sebagai perkenalan prodi kepada mahasiswa baru HI tetap berjalan seperti biasa. “Panitia tetap mempersiapkan GINTRE sebagai langkah preventif yang dapat dilakukan selama (wabah) COVID-19.” tegas Aufar Saskara, ketua pelaksana GINTRE 2020.

Belum ada antisipasi panitia terkait situasi COVID-19 ini. Salah satu panitia yang tidak ingin disebut namanya menyebutkan bahwa isu COVID-19 tidak dibahas dalam setiap rapat dan tetap mengasumsikan GINTRE akan berjalan sesuai rencana, baik dalam hal tanggal maupun rangkaian acara.

Program kerja lain, Pasar Malam Kampus Tiga (PMKT) juga tidak mengalami perubahan signifikan. “(Tetap akan dijalankan) sesuai kalender kampus,” ujar Rio Aurelio, Ketua Pelaksana PMKT XXIV. “Belum dibahas lagi kalau tentang itu,” jawab Rio ketika ditanya tentang kemungkinan kalender kampus yang meleset.

Rio menambahkan bahwa belum diketahui apakah ada kemungkinan untuk membatalkan PMKT. Meskipun begitu, PMKT yang sudah melakukan perekrutan panitia mengalami kendala. Sponsor perusahaan tutup dan waktu untuk dana usaha (danus) berkurang, sehingga terkait pendanaan pun menjadi salah satu persoalan utama PMKT. 

Pre-event PMKT yang dijadwalkan tanggal 18 April silam dimundurkan lebih lanjut tanpa kejelasan. “Masih ada kemungkinan diundurkan atau batal,” ujar Rio. Meskipun begitu, Rio tetap optimis bahwa PMKT akan terlaksana dengan baik pada bulan Oktober. “Antusiasme orang terhadap main event ngga turun karena COVID-19,” ujarnya, “Oktober itu banyak pensi di kampus, semoga (kami) bisa di paling atas.” lengkapnya.

Sikap optimis dari panitia proker patut diapresiasi. Namun, perkiraan mengenai berakhirnya masa karantina sosial dan wabah COVID-19 di Indonesia sejauh ini selalu diundur. Bahkan, penelitian dari Harvard menyebutkan bahwa social distancing bisa saja bertahan sampai tahun 2022.

Menunggu Kebijakan Pasti dari Kampus

Meskipun begitu, hampir semua ketua pelaksana menekankan bahwa kelanjutan acara mereka menunggu keputusan dari kampus. “Kami akan tetap menyesuaikan dengan kebijakan kampus terkait tanggal masuk mahasiswa untuk semester depan,” ujar Fitri Avivah, ketua pelaksana Parahyangan Marketive.

Lebih lanjut lagi, BKA telah dikontak mengenai hal ini dan memberi lampu hijau untuk pelaksanaan secara daring. “Sudah berkonsultasi kepada BKA dan mereka mengatakan tidak apa-apa,” ujar Malik. Para pelaku organisasi juga masih menunggu kepastian dari pihak kampus, yang sebagai gantinya menunggu kepastian dari pandemi ini. “Masih koordinasi dengan pihak himpunan, fakultas, dan dosen pembimbing,” ujar Aloysius Efraim, editor-in-chief Warta Himahi. Himpunan juga akan menunggu kabar dari kampus. “Belum ada kepastian lagi,” kata Tubagus.

Naufal Hanif | Hanna Fernandus | Novita | Brenda Cynthia

Related posts

*

*

Top
Atur Size