Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Keragaman

Kenyataan pahit saat ini persatuan rakyat Indonesia semakin lama semakin terkikis. Padahal jika dilihat dari zaman dahulu, bangsa Indonesia bersatu sepenuhnya demi mengalahkan penjajah untuk memerdekakan Indonesia. Namun, persatuan yang telah dibentuk itu dengan mudah terlupakan dan tercipta konflik baru yang ditunjukkan oleh sesama rakyat sendiri. Kecenderungan masyarakat yang sulit

Lebih lanjut

Asal Bapak Senang: Tuan Tanah yang Luhur

Oleh: Muhammad Daud Yusuf OPINI, MP – Belum selang satu minggu setelah penobatan Kota Bandung sebagai Kota Peduli HAM oleh Kemenkumham RI justru menghadirkan polemik yang mempertanyakan kembali kredibilitas Kota Bandung sebagai kota peduli HAM. Lagi-lagi dikotomi akan pembangunan yang tidak luput dari konteks penggusuran. Alih-alih meningkatkan standar kualitas hidup,

Lebih lanjut

Skandal Festival Merah Putih: Lesson Learned

Ditulis oleh: Miftahul Choir, anggota PUSIK Parahyangan. OPINI, MP – Permasalahan seperti Festival Merah Putih (FMP) tidak terjadi dalam setiap periode. Tidak sering Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) mengalami permasalahan terkait laporan keuangan salah satu acara dan mendapatkan gugatan dari masyarakat. Konsekuensinya adalah LKM dan pihak lain yang terkait harus mengambil

Lebih lanjut

Cashless: Jembatan Menuju Perekonomian Indonesia Maju

Ditulis oleh: Edsel Jeremy, mahasiswa Matematika 2016. OPINI, MP – Cashless adalah kata yang terdiri dari dua kata, yaitu cash yang artinya uang tunai dan less yang artinya kurang atau lebih sedikit. Secara harfiah, cashless memiliki arti yaitu lebih sedikit uang tunai atau kurang uang tunai. Tetapi makna sesungguhnya dari cashless

Lebih lanjut

PM Unpar Butuh ‘Kebijakan Luar Negeri’

Ditulis oleh Miftahul Choir, anggota Pusik Parahyangan. OPINI, MP – Pada dinamika nasional yang terjadi pada Agustus-September lalu, PM Unpar selaku organisasi yang mewakili mahasiswa di tingkat universitas tidak memiliki respon atau tindakan untuk menyikapinya. Belum melakukan kajian dan tidak merepresentasikan mahasiswa Unpar secara keseluruhan dijadikan alasan absennya tindakan tersebut.

Lebih lanjut

[OPINI] Keraguan 91 Tahun Kemudian

Oleh: Tanpa Suara   Sumpah Pemuda menjadi awal lahirnya nasionalisme bangsa Indonesia. Mengapa tidak? Pemuda dari seluruh pelosok Nusantara hadir dan mengikrarkan persatuan mereka sebagai sebuah bangsa. Pada zamannya, gerakan masif ini tergolong menakjubkan, mengingat perlunya usaha yang bersungguh-sungguh untuk mengatasi masalah komunikasi dan interaksi antarwilayah. Saya sendiri merasa Sumpah

Lebih lanjut

[OPINI] Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Persatuan Bangsa Bagi Mahasiswa Unpar

Oleh: Muhammad Rizky, mahasiswa Hubungan Internasional 2019   Hari ini, tepat 91 tahun yang lalu, para pemuda berkumpul dari berbagai daerah di Indonesia, mendeklarasikan persatuan melalui 3 poin penting yang tertuang pada ikrar yang dinamakan Sumpah Pemuda. Peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah persatuan Indonesia dalam menghimpun perjuangan bangsa yang kala

Lebih lanjut

Buzzer: Propaganda Disinformasi yang Dipelihara

OPINI, MP – Buzzer bukan sekedar caci-makian, tuduhan, atau omongan yang tak berisi—hari-hari ini, buzzer adalah suatu persoalan yang mengkhawatirkan akademisi sekaligus praktisi. Ia bagian dari politik praktis, suatu alat baik untuk pemerintahan maupun untuk oposisi (meskipun akan dijelaskan bahwa sebagian besar praktik dilakukan pemerintah). Ia bagian dari suatu usaha

Lebih lanjut

RKUHP: Ketika Seks Masih Tabu di Indonesia

Belakangan ini, mahasiswa bersamaan dengan masyarakat sipil bergerak dalam suatu aksi untuk menentang Revisi Undang-Undang yang dianggap “kacau”, salah satunya RKUHP (Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Beberapa isi dari RKUHP sendiri memang cukup dipermasalahkan oleh publik. Apalagi di dalamnya terdapat pasal-pasal yang dianggap ikut campur terhadap kehidupan pribadi masyarakat. Hal

Lebih lanjut

[Opini] Ga Merdeka-Merdeka Banget, sih

Disclaimer: tulisan ini merupakan opini sederhana yang amburadul dari seorang mahasiswa semester muda yang belum pernah menulis sebelumnya. Teringat pada kolom Prof. Ariel Heryanto di Tirto.id, yang mengatakan bahwa sebenarnya proklamasi kemerdekaan kita memang disusun secara terburu-buru, mengambil kesempatan dalam kesempitan, saat Jepang sudah mulai lengah. Demikian juga Pancasila yang

Lebih lanjut