Rektor: Unpar Siap Kuliah Luring*

STOPPRESS, MP-Rektor UNPAR, Mangadar Situmorang, menyatakan bahwa kampus Unpar siap melakukan kuliah luring. Pernyataan ini merupakan respon dari pernyataan Kementerian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) mengenai perkuliahan luring yang bisa dilaksanakan tahun 2021.


Dilansir dari news.detik.com, Mangadar menyebutkan bahwa estimasi masuk perkuliahan adalah bulan Juli 2021, dengan syarat bahwa herd immunity sudah tercapai dan sebanyak 70 persen komunitas Unpar sudah tervaksinasi. Mengenai teknis vaksinasi untuk mahasiswa, ia mengakui bahwa belum ada program atau ketentuan khusus. Fokus utama di sini adalah keadaan mahasiswa yang sudah tervaksinasi, “Yang pasti, yang kita inginkan saat mereka datang ke kampus berharap mereka sudah divaksinasi. Jadi ini pun perlu prioritas.”


Metode yang digunakan untuk mencapai herd immunity umumnya dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan melakukan vaksinasi terhadap mayoritas objek, yang diharapkan dapat membuat penyebaran virus semakin terhambat. Cara lainnya adalah dengan membiarkan penyebaran virus terjadi dengan harapan agar tubuh objek terbiasa dalam menghadapi virus dengan sendirinya. Cara kedua ini sempat dicanangkan untuk diterapkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu yang kemudian berujung menjadi polemik.

Mengikuti pernyataan tersebut, rektor menyebutkan bahwa vaksin untuk tenaga pendidik ‘masih didistribusikan secara bertahap.’ “Untuk pegawai unpar sendiri kita menempuhnya lewat dua jalur. Lewat kemendikbud yang sejak Februari sudah mendaftarkan dosen dan kopertais. Yang kedua, jalur terbuka lewat Kemenkes. Jalur mana pun yang tersedia kita akan manfaatkan itu,” ujar Mangadar.

Tim Media Parahyangan mengkonfirmasi pernyataan-pernyataan tersebut ke rektor pada 16 Maret 2021. Mangadar menyebutkan bahwa memang benar bahwa pernyataan tersebut merupakan pernyataan resmi dari Unpar mengenai perkuliahan nanti. Estimasi perkuliahan tetap bulan Juli dengan syarat herd immunity (70 persen) dan skema perkuliahan yang sudah disiapkan adalah daring dan luring. Belum dijelaskan lebih lanjut mengenai sistem verifikasi vaksinasi dan perkuliahan yang tetap, tetapi syarat yang disebutkan sudah pasti dan ‘tetap dengan memperhatikan perkembangan pandemi di Kota Bandung.’

Dalam wawancara lanjutan yang dilakukan oleh reporter Media Parahyangan melalui pesan singkat WhatsApp, Mangadar menyampaikan jika vaksinasi mahasiswa yang dimaksud, dilakukan di tempat atau domisilinya masing-masing. Hal ini justru bertentangan dengan rencana perkuliahan luring yang diestimasikan akan digelar mulai Juli nanti, atau 4 bulan setelah saat ini di mana penyebaran Covid-19 di Indonesia masih belum bisa dikendalikan secara penuh. Di Indonesia per 14 Maret 2021, terdapat 4.714 kasus baru yang 79 di antaranya merupakan terjadi di Kota Bandung. Rata-rata penambahan kasus baru tersebut menurun dari bulan lalu dalam rentang sama, namun juga hal ini disinyalir akibat tes yang juga ikut menurun.

Kemudian, vaksinasi mahasiswa yang disinyalir sebagai prioritas Tahap 1 juga dipertanyakan mengingat belum meratanya vaksinasi terhadap tenaga kesehatan, lansia, dan kelompok rentan lainnya yang jelas lebih membutuhkan vaksinasi ketimbang mahasiswa. Hingga hari ini, pemerintah baru melakukan vaksinasi terhadap lebih dari 5 juta penduduk. Perkiraan pemerataan vaksinasi diprediksi oleh pemerintah baru akan mulai berjalan pada Juli 2021, di mana stok vaksin dengan jumlah yang lebih banyak direncakanan akan datang.

Sebelumnya, direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi menyatakan mulai mengizinkan perguruan tinggi atau kampus untuk buka pada bulan Juli tahun ini, dengan syarat mahasiswa dan dosen diwajibkan menerima vaksin Covid-19 terlebih dahulu. Walau demikian, Dirjen PT ini tetap memberikan kebebasan kepada kampus tentang kapan mereka mengadakan kegiatan pembelajaran luring, yang dipastikan bergantung pada lokasi dan kesiapan masing-masing kampus. Situasi yang sama berlaku untuk tes Covid-19 yang sempat mengalami penurunan di berbagai wilayah. pada Februari silam.

Selain pihak rektorat, Unpar melalui Ikatan Alumni (IKA) merilis pengumaman vaksinasi bagi masyarakat Unpar yang syarat-syaratnya antara lain berusia minimal 60 tahun, memegang KTP Kota Bandung, dan terafilisasi dengan Unpar yang dalam hal ini berarti alumni, karyawan, dan mahasiswa Unpar. Vaksinasi ini sendiri menurut IKA akan dilakukan di Kampus Unpar Ciumbuleuit, dengan menyediakan kuota untuk lebih dari 500 calon penerima vaksin mengingat IKA memberikan keterangan ‘diutamakan untuk 500 orang pertama.’

Hanna Fernandus | Muhammad Rizky | Debora Angela

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *