Inisiatif Melawan Covid dan Apa Yang Mahasiswa Unpar Dapat

LIPUTAN, MP – Pertengahan Maret 2019 lalu, Unpar bersama IKA membentuk tim Unpar Fights Covid-19. Tim ini dibentuk sebagai program kampus dalam memerangi Covid-19. Program ini sendiri berisikan pembagian paket sterilisasi pribadi, makanan bernutrisi dan multivitamin, APD, dan sembako yang dibagikan untuk mahasiswa, masyarakat sekitar Unpar, hingga rumah sakit.

Ira Hutabarat selaku perwakilan dari IKA mengatakan pihaknya telah
memberikan suplai nutrisi tambahan untuk tenaga medis di beberapa rumah sakit
dan puskesmas yang ada di lingkungan kampus Unpar Ciumbuleuit, seperti
pemberian bantuan berupa masing-masing 10 boks susu kotak dan biskuit, 135
paket Vitamin C, 15 liter hand sanitizer,
hingga 25 Alat Perlindungan Diri (APD) kepada RS Rotinsulu.

Paket bantuan dengan isi dan jumlah yang
hampir serupa juga didistribusikan ke RS Borromeus dan RS Santo Yusuf Bandung. Tak
hanya itu, pendistribusian ini mulai berkembang ke Dinas Kesehatan Sukabumi dan
rencananya akan mengirimkan bantuan APD ke RSUD Tangerang dan RSUD Waled,
Cirebon.

Untuk masyarakat Unpar dan sekitarnya seperti warga,
pengemudi ojek daring dan pedagang sekitar sendiri dibagikan paket berisi
masker non medis, hand sanitizer,
sabun cuci tangan, madu kemasan, dan buku panduan edukasi mengenai pencegahan
Covid-19. Hand sanitizer yang
dibagikan merupakan hasil produksi mandiri oleh Unpar.

Selain itu, ada juga penyediaan sarana cuci tangan di pemukiman
padat di sekitar kampus Ciumbuleuit. Menurutnya, saat ini sudah terpasang di 10
titik, yang akan disusul dengan pemasangan di 5 titik lainnya.

Viky Aldin, mahasiswa Administrasi Publik 2018
yang mengambil paket tersebut mengaku bantuan yang diberikan oleh pihak kampus berguna untuk kehidupan sehari-hari selama di
Bandung. “Maskernya bisa dicuci, jadi bisa ganti-ganti
masker. Sabun cucinya berguna, karena kan ini emang khusus dibuat untuk melawan kuman, terus hand sanitizer-nya bisa dibawa ke mana-mana,” ujarnya saat
diwawancarai melalui LINE.

Mahasiswa terlihat saling menjaga jarak saat mengambil paket di pos Unpar, dengan hanya ada sekitar 5-10 mahasiswa. Viky mendapatkan informasi mengenai pembagian paket ini melalui Grup Line dan akun Instagram Badan Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) Unpar. Adapun tertera kata “bisa diisi ulang” di botol hand sanitizer, namun Viky mengaku pihak kampus belum memberi informasi lanjut terkait waktu dan tempatnya. 

Selain bantuan kesehatan, pihak Unpar juga
membagi provider Indosat serta Telkomsel dengan kuota internet 2 GB per hari dan kuota khusus 30 GB selama
sebulan untuk mengakses IDE.

Namun, Viky mengaku cukup sulit untuk menemukan jaringan
dari provider ini. “Di kosan aku aja
jaringan Indosat nggak masuk, jadi aku nggak pake, kayak gitu juga (temanku)
yang lain,”
pungkasnya. Ia menyarankan pihak kampus untuk memilih provider lain yang
memiliki jaringan yang lancar di semua tempat. “Menurut aku, kalau ngasih
bantuan kartu kuota milih provider yang jaringannya lancar.” tambahnya.

Reporter: Muhammad Rizky, Nathanael Angga

Editor: Novita

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *