Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Bahas RUU Arsitek Untuk Profesi Arsitek yang Bertanggung Jawab

STOPPRESS MP, UNPAR-Jumat (19/5) lalu, Festival Arsitektur Parahyangan (FAP) mengadakan Seminar Nasional yang membahas RUU Arsitek. Bertempat di ruang studio (45101) gedung 45, pembahasan RUU Arsitek berfokus pada kepastian hukum arsitek dalam hal profesinya. Tujuannya agar masyarakat memperoleh terjaminnya kinerja profesi arsitek yang lebih baik.  

“Tujuan utama dari RUU Arsitek ini untuk lebih memperkuat kepastian hukum arsitek berprofesi dengan legal,” ujar Ahmad Djuhara selaku ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) ketika diwawancara seusai acara.

Selain itu Ahmad Djuhara pun menjelaskan bahwa RUU Arsitek ini juga bertujuan agar profesi arsitek ini dapat bertanggung jawab kepada masyarakat. “Sehingga masyarakatlah yang diuntungkan, mendapatkan hasil kerja profesi yang baik,” tuturnya ketika ditanya mengenai tujuan dari RUU Arsitek.

RUU Arsitek yang sebentar lagi akan diresmikan ini juga dibuat untuk membangun kesadaran hukum. Kesadaran bahwa profesi arsitek itu adalah profesi yang berdasar hukum, dilindungi oleh Undang-undang. Karena sebelumnya belum ada hukum yang mengatur atau melindungi keprofesian arsitek.

Dengan adanya RUU Arsitek ini dapat memaksa masyarakat, pemerintah dan praktisi Arsitek serta kalangan jasa konstruksi untuk memiliki kesadaran dan pemahaman terhadap profesi arsitek. “Terutama untuk memastikan arsitek dapat bekerja dengan standar yang baik,” jelas Ahmad Djuhara

Seminar Nasional RUU Arsitek ini adalah acara pembuka dari Festival Arsitektur Parahyangan 2017 yang dilaksanakan selama 2 hari, yaitu jumat (19/05) dan hari Sabtu (20/05). Selain seminar nasional di acara FAP 2017 ini juga terdapat pameran instalasi arsitektur, bazzar, penjurian terbuka Paradesc 2017, dan pertunjukkan musik.

Selain Ahmad Djuhara selaku ketua IAI, terdapat 2 narasumber yang hadir pada seminar tersebut yaitu Bambang Sutrisno selaku anggota Komisi X DPR – MPR RI dan Muhammad Thamrin selaku praktisi. Disamping itu, seminar nasional ini juga dimoderatori oleh Aninditha Sunartio.

FIQIH RIZKITA

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *