40 Proposal Belum Tembus, UNPAR Tetap Optimis Tanggapi Hasil PKM AI dan GT

STOPPRESS MP – Empat puluh proposal mahasiswa Unpar di bidang Artikel Ilmiah (AI) dan Gagasan Tertulis (GT) belum berhasil menembus seleksi tingkat nasional Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diajukan Maret-April 2016 lalu. Meskipun demikian, sebagai pemain baru, Unpar tetap optimis untuk seleksi selanjutnya.

“Unpar termasuk pemain baru juga di PKM. Kalau sekarang belum, mungkin nanti di tahun-tahun selanjutnya bisa lulus seleksi,” ujar Matheus Setiyanto yang kerap disapa Yanto selaku Ketua Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) ketika ditemui di ruangannya pada Kamis (02/02) lalu. Ia juga mengatakan bahwa pihak Unpar tidak berkecil hati maupun berputus asa.

Tentang alasan ketidaklolosan mahasiswa Unpar dalam program ini, Yanto merasa yakin bahwa Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Ristekdikti) telah bersikap objektif. “Di PTN (Perguruan Tinggi Negeri) kan memang mahasiswanya lebih banyak, dosen-dosennya juga lebih banyak dan lebih berpengalaman dalam hal PKM,” lanjut Yanto.

Yanto beranggapan bahwa kendala yang dihadapi Unpar adalah waktu yang tersedia tidaklah lama, terutama untuk pemeriksaan proposal dan revisi oleh beberapa dosen. Selain itu, juga ditemukan kesusahan dalam mencari dosen pendamping. Selanjutnya, Yanto beranggapan bahwa tidak ada kendala dalam hal format proposal itu sendiri.

“Unpar harus melakukan sosialisasi yang lebih intensif dalam mempromosikan PKM. Mengingat juga PKM terbuka bagi seluruh mahasiswa Unpar yang bukan angkatan baru, terlepas dari syarat standar IPK minimal. “ujar Yanto.

PKM adalah program yang diselenggarakan pemerintah melalui Ristekdikti, dimana kreativitas mahasiswa seluruh Indonesia yang mewakili almamaternya dilombakan. Dengan hadiah maksimal sebesar dua belas juta rupiah, tiap tahunnya PKM memiliki peminat hingga belasan ribu. PKM juga menawarkan tujuh bidang untuk dipilih yaitu, AI, GT, penelitian, teknologi, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, dan karsa cipta.

ERIANA ERIGE | TANYA LEE NATHALIA

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *