Ketertarikan Mahasiswa pada Koperasi Menurun, Andreas Doweng Bolo Angkat Bicara

STOPPRESS MP, UNPAR – Bertemakan Refresh, Koperasi Keluarga Besar Mahasiswa (KKBM) Universitas Katolik Parahyangan menggelar acara peluncurannya kembali, Jumat (11/11). Diskusi bersama pun dilakukan dengan menghadirkan tiga orang pembicara di Co-op Space, salah satu unit usaha milik KKBM.

“Nilai-nilai koperasi sekarang sudah tidak sejalan lagi dengan eksistensinya. Jika kita perhatikan, nilai-nilai tersebut tidak berkembang sesuai dengan zaman dan tidak mengikuti gaya hidup masyarakat,” ujar Andreas Doweng Bolo, selaku salah satu pembicara dalam diskusi yang mempertanyakan sinergi dan kinerja nilai koperasi dalam mengembangkan minat dan popularitas eksistensinya di tengah mahasiswa.

Menurut Andreas, terdapat dua macam nilai yang dianggapnya sebagai tujuan dari mahasiswa menjadi anggota koperasi. Kedua nilai tersebut adalah nilai esensial dan eksistensial. “Anggota koperasi memiliki tugas untuk menjalankan nilai-nilai ini, yang memang sudah diwariskan oleh founding fathers. Nantinya, dapat dijabarkan lebih luas menjadi nilai gotong-royong, nilai kejujuran, dan nilai transparansi,” lanjut Andreas.

Sependapat dengan Andreas, perwakilan Dinas Koperasi Bandung yang akrab disapa Erna juga merasa bahwa nilai-nilai koperasi kurang diterapkan dalam kehidupan nyata. Erna menyayangkan ketidaktertarikan mahasiswa terhadap koperasi yang dianggap asing dan kuno. “Padahal nilainya baik. Hanya saja tidak tersampaikan dengan baik,” ujar Erna.

Terkait saran untuk meningkatkan minat berkoperasi mahasiswa, Andreas cenderung untuk menyerahkan masalah tersebut kepada pihak yang terkait. “Perhatikan sapaan. Koperasi tidak akan pernah meninggalkan teknologi, karena kita tahu koperasi bergantung penuh pada perkembangan manusia. Ingat selalu kalau nilai harus berjalan sesuai dengan keberadaan perkembangan. Kalau anak muda, maka sapalah sebagaimana anak muda ingin disapa,” ujar Andreas.

Diskusi yang bertema “Koperasi Sebagai Sistem Alternatif Dalam Membangun Bisnis Kreatif” diselenggarakan sebagai rangkaian acara relaunching KKBM yang bertema Refresh di Co-Op Space pada Jumat (11/11) lalu. Acara itu ditujukan untuk mengenalkan suasana Co-Op Space yang baru. maupun memperkenalkan KKBM itu sendiri.
Selain Andreas Doweng Bolo dan perwakilan dinas koperasi, Sutansyah Marakahim selaku co-founder kolaborasi.co turut hadir.

KKBM Unpar didirikan oleh anggota senat Unpar pada 25 Maret 1991. Sampai sekarang, pengelolaan KKBM berbasis mahasiswa sehingga sangat terbuka dengan ide dan inovasi baru. Adapun unit usaha yang dimiliki KKBM mencakup unit fotokopi, stationery, dan toko buku. KKBM juga menaungi berjalannya beberapa kegiatan seperti Komunitas Layar Tancep Parahyangan (KLTP) dan berbagai rangkaian diskusi-diskusi bersama.

ERIANA ERIGE | TANYA LEE

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *