Mengurangi Sampah Plastik, Unpar Sediakan Water Purifying

STOPPRESS MP, UNPAR – Teknologi Water Purifying, pengolahan air yang dapat diminum langsung, sudah tersedia di Unpar. Teknologi tersebut, menurut Orpha Jane selaku Wakil Rektor II, diharapkan dalam jangka panjang dapat mengurangi penggunaan botol plastik dan styrofoam oleh warga Unpar. Ia juga berharap teknologi ini dapat mendorong warga Unpar membawa botol minum pribadi ke kampus.

Menurut Jane, latar belakang adanya teknologi Water Purifying adalah ketika ada gagasan untuk mewujudkan Unpar sebagai Green Campus. Kemudian Stephen Angkiriwang, Presiden Mahasiswa Unpar, memberitahu pihak rektorat bahwa para Alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni Unpar Angkatan 1977 “Reborn” ingin berkontribusi langsung untuk mewujudkan Green Campus. “Jadi, Alumni menyerahkan kepada LKM, kemudian LKM menyerahkan kepada Universitas,” jelas Jane saat diwawancarai MP.

Saat ini sudah ada tiga titik tempat disediakannya teknologi Water Purifying tersebut, yaitu di depan sekretariat Mahitala, aula UKM, dan di Student Center Ekonomi. Rencananya akan dibangun lagi teknologi tersebut di Wind Tunnel Unpar, namun hal tersebut masih tertunda karena kadar kapur yang terkandung pada air di daerah tersebut cukup tinggi. “Kami masih mencari tempat lain untuk mendirikan Water Purifying selain di Wind Tunnel karena jangan sampai air ini membahayakan warga Unpar”, jawab Jane. Rencananya, pengolahan air minum ini akan dicek sebanyak tiga kali dalam setahun.

Teknologi Water Purifying merupakan sebuah terobosan baru di Unpar untuk mengurangi sampah yang sering menumpuk di Unpar. Untuk mewujudkan Green Campus, pihak universitas menyadari bahwa sampah di Unpar harus diolah, tidak dibuang karena sampah selalu menumpuk walaupun baru selesai dibuang.

ARYA MAHAKURNIA | HILMY

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *