Partisipasi Warga Unpar Masih Kurang dalam Mewujudkan Universitas yang Berkelanjutan

STOPPRESS MP, UNPAR – Dies Natalies Fakultas Ekonomi Unpar yang ke-61 diisi oleh orasi dengan topik “UNPAR Menuju Universitas yang Berkelanjutan”. Paulina Permatasari selaku orator menyampaikan bahwa belum semua pihak dari warga Unpar berkeinginan untuk berpartisipasi.

Dalam orasi yang berlangsung di perayaan Dies Natalis, Jumat 5 Februari 2016 lalu ini, Paulina mengajak seluruh civitas akademika Unpar untuk menyatukan komitmen dalam membangun Unpar sebagai universitas yang berkelanjutan (sustainable university). “Semua harus memiliki spirit yang sama (dalam membangun universitas yang berkelanjutan), dari rektor bahkan yayasan hingga ke seluruh warga Unpar,” jawab Paulina saat ditanya mengenai apa tantangan utama yang dihadapi Unpar menuju universitas yang berkelanjutan.

Namun, menurut Paulina ketika ditanya mengenai partisipasi warga Unpar saat ini, “belum semua pihak berkeinginan untuk berpartisipasi,”. Paulina pernah menyebarkan kuisioner mengenai bagaimana partisipasi warga Unpar untuk mendukung program sustainable university. Hasilnya, ternyata tidak sampai setengahnya yang benar-benar mau berkomitmen untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan keberlanjutan. “Banyak yang mendukung, tapi waktu ditanya mau gak ikut kegiatan pengelolaan sampah dan lain-lain, mereka belum menjawab,” jelas Paulina.

Mengutip dari materi orasi Paulina, Cole (2003) mendefinisikan universitas yang berkelanjutan sebagai suatu komunitas akademik yang turut bertanggung jawab untuk melindungi dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan manusia, dan juga ekosistem yang juga mencakup pemahaman untuk mengatasi tantangan ekologi dan sosial yang dihadapi. Alshuwaikat dan Abubakar (2008) menyatakan bahwa universitas yang berkelanjutan harus mencerminkan lingkungan yang sehat dengan perekonomian yang makmur melalui konservasi energi dan sumber daya, pengelolaan limbah dan lingkungan yang efisien serta mendorong terciptanya suatu keadilan sosial di masyarakat. (Baca juga: Unpar Perlu Departemen Khusus Untuk Program Sustainable University)

ARYA MAHAKURNIA | HILMY

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *