BANGGA Dikurangi 10% Suara Karena Potongan Logo Sisa Poster Kampanye

STOPPRESS MP, UNPAR – Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (KPUPM) Unpar akhirnya menjatuhkan sanksi kepada pasangan Capresma dan Cawapresma nomor 1, Stephen Ang dan Gema Satrio (BANGGA) berupa pemotongan suara 10%. Hal ini sehubungan dengan gugatan yang diajukan oleh kandidat nomor urut 2, Ruly dan Richard (RR) perihal sisa sobekan logo dari poster kandidat nomor urut 1.

“Dari foto yang kami lampirkan sebagai alat bukti, di situ ada potongan sebuah logo. Dan dapat kita cirikan sebagai logo dari kandidat nomor urut 1. Dan logo merupakan suatu alat untuk mempromosikan,” ucap Derian Laurensius Darundio (Teknik Sipil 2012) selaku penanggung jawab tim sukses pasangan nomor urut 2 sekaligus pihak penggugat saat memberi paparan dalam sidang sengketa yang diadakan KPUPM pada Selasa (5/5) di sekretariat Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM). (KPUPM Adakan Sidang Gugatan Dari Kedua Capresma)

Adapun duduk perkara sidang ini yaitu pada tanggal 1 Mei 2015 pukul 00.30, bagian poster tergugat masih terpasang di majalah dinding FISIP sebanyak dua potongan. Dengan demikian, pihak tergugat dianggap telah melanggar Pasal 15 ayat 3, A peraturan KPUPM Unpar (mengenai lingkungan Unpar yang harus bersih dari penyebaran dan penempelan atribut kampanye saat masa kampanye berakhir) dan Pasal 18 ayat 1 Tap MPM (mengenai kegiatan kampanye yang hanya bisa dilakukan pada masa kampanye). Di samping itu, penjatuhan sanksi yang diajukan adalah pemberian surat peringatan KPUPM dan pemotongan suara sebesar 30%.

Terkait dengan gugatan itu, Stephen Angkiriwang memberi penjelasan bahwa tidak ada fungsi promosi dari sisa poster tersebut sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai atribut kampaye. Ia juga menambahkan bahwa atribut kampanye harus merupakan satu kesatuan yang utuh dan sisa potongan poster itu (potongan logo) tidak cukup memaparkan visi, misi, dan program kerja. Sisa poster itu pun dianggap oleh Gema Satrio tidak disengaja ditinggalkan oleh Herbert sewaktu membersihkan atribut kampanye.

Richard Sianturi selaku pihak penggugat mempermasalahkan pengakuan kandidat nomor urut 1 bahwa bagian dari poster itu merupakan milik mereka dan bersih atau tidaknya lingkungan Unpar dari atribut kampanye yang disinyalir ada unsur kesengajaan terkait peninggalan sisa potongan poster itu. Menurutnya, karena sudah diakui, maka hal itu dapat segera menjadi pertimbangan pimpinan sidang dan jika tidak bisa dibuktikan tidak sengaja maka ia bisa mengatakan bahwa itu disengaja.

Sidang perkara nomor 1 pun berakhir setelah mendengar kesaksian dari Herbert bahwa sisa poster itu tidak disengaja dan sisa itu disebabkan karena ia tidak bermaksud merusak poster lain akibat pencabutan sisa itu.

Di akhir sidang, pimpinan sidang memutuskan bahwa kandidat nomor urut satu dijatuhi sanksi berupa pemotongan suara sebesar 10%. Adapun sidang berlangsung dari pukul 21.00 s/d 22.40 WIB. Sidang kedua gugatan akan dilanjutkan setelah istirahat selama 15 menit. Seluruh peserta sidang diisolasi oleh panitia KPUPM dari komunikasi dan keluar ruangan selama sidang berlangsung. Saat, istirahat pun peserta dan pimpinan sidang dibatasi hanya pada lorong di depan sekretariat PUPM.

VINCENT FABIAN

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *