Sekelompok Mahasiswa Melakukan Aksi Damai Terkait Pembangunan Gedung Baru

STOPPRESS MP, UNPAR – Sekelompok mahasiswa melakukan aksi damai pada Rabu (29/04) menuntut proses pembangunan gedung baru Unpar yang tidak memberatkan mahasiswa. Tuntutannya adalah menghentikan proses pembangunan yang mengganggu perkuliahan, meminta pihak yayasan untuk terbuka perihal perencanaan pembangunan jangka panjang Unpar dan pengelolaan keuangan.

“Dosen saja merasa terganggu dengan adanya pembangunan ini, apalagi kami sebagai mahasiswa yang benar-benar punya hak disini,” ungkap Hune Mering (Hukum 2011) salah satu mahasiswa yang berorasi ketika diwawancarai selepas aksi yang dilaksanakan di depan reruntuhan Gedung Serba Guna (GSG). Ia pun mengungkapkan keresahannya mengenai suara-suara pembongkaran bangunan yang mengganggu kegiatan belajar mengajar di kelas. Dalam aksi ini mereka juga menuntut adanya transparansi dana dan perencanaan pembangunan yang jelas. (Siaran Pers: Pernyataan Sikap Mahasiswa menyikapi Pembangunan Gedung Arntz-Geisse)

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Unpar Pricilla Justian (Manajemen 2011) yang juga hadir dalam aksi tersebut mengatakan bahwa sebenarnya rektorat sudah menjanjikan untuk tidak melakukan pembangunan pada siang hari. “Apalagi yang menimbulkan gangguan suara, namun nyatanya masih terjadi (pembangunan pada siang hari.red),” ungkap Cilla. Dia sendiri memerasa terganggu dengan adanya pembangunan tersebut.

Gunawan selaku perwakilan BKA terlihat hadir, namun menolak untuk memberikan keterangan terkait permasalahan pembangunan tersebut. “Saya tidak memiliki wewenang untuk berkomentar,” ucapnya ketika ditemui seusai aksi.

Aksi damai ini berlangsung selama kurang lebih satu jam. Selain orasi, aksi tersebut diisi dengan teatrikal, pembacaan puisi serta memberikan simbolisasi berupa beberapa batu dari reruntuhan GSG dan surat pernyataan sikap kepada yayasan.

GSG Unpar telah dirobohkan pada tanggal 9 April setelah sebelumnya direncanakan pada bulan Januari lalu. Perobohan ini terkait rencana pembangunan gedung baru Arntz Geisse.

SHAQUILLE NOORMAN

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *