Tetap dengan Sistem E-Vote, KPUPM Menggaet Tim Ahli

STOPPRESS MP, UNPAR – Sistem E-Vote kembali diterapkan oleh KPUPM untuk pemilihan Presiden Mahasiswa, MPM, dan Ketua Himpunan. Kali ini KPUPM melibatkan sebuah tim ahli, terdiri dari orang-orang yang dianggap memiliki kredibilitas dan dipercayai oleh KPUPM.

“Kita memang perlu orang-orang dengan skill dan ilmu untuk melaksanakan sistem ini (red. e-vote)” tutur Marcella Fidelia (Hubungan Internasional,2012) selaku ketua KPUPM saat diwawancarai pada Rabu (11/3) di depan Gedung Rektorat Unpar. ‘Tim Ahli’ tersebut tidak berisikan anggota MPM maupun KPUPM, tetapi diisi oleh orang-orang yang dipercaya oleh KPUPM untuk membantu mengelola sistem E-Vote.

Ia juga menjelaskan bahwa tidak adanya perubahan mekanisme dalam sistem E-Vote tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu. Namun bukan berarti sistem E-Vote kali ini dilakukan tanpa pertimbangan. Komisi Litbang dari MPM telah melakukan survey mengenai sistem yang akan diterapkan pada pemilu kali ini. Baik secara konvensional yang analog atau E-Vote yang digital, hasil dari survey Litbang MPM menunjukkan bahwa sistem E-Vote lebih baik ketimbang konvensional.

Jella panggilan akrab ketua KPUPM kali ini menjelaskan mengenai keuntungan dari E-vote ketimbang menggunakan sistem konvensional. “E-Vote lebih menguntungkan, karena dengan sistem konvensional kita harus menyediakan kertas untuk memilih sebanyak sekitar 10.000 atau sejumlah mahasiswa aktif. Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya mahasiswa yang memilih hanya sekitar 6000 mahasiswa,sehingga 4000 kertas terbuang sia-sia ” ujarnya.

Pertimbangan yang lain adalah dengan sistem konvensional, penghitungan surat suara sarat akan kemungkinan human error, sehingga KPUPM menganggap bahwa sistem E-Vote lebih akurat dalam hal jumlah suara. KPUPM tidak hanya bergantung pada hasil angket litbang, KPUPM mengkaji lebih lanjut mengenai kedua sistem tersebut.

menanggapi sistem e-vote yang akan dipakai lagi untuk pemilu PM Unpar tahun ini. Nabila Kasyalia (Hubungan Internasional,2013) mengutarakan pendapatnya “Menurut gue sih udah bagus e-vote pemilu yang lalu, eco-friendly ga pake kertas, tapi lebih bagus lagi kalo di layarnya ada visi misi calon gak hanya fotonya saja ” ujarnya via pesan singkat.

SHAQUILLE NOORMAN

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *