Pentas Nyai Ontosoroh Sadarkan Peran Perempuan

STOPPRESS MP, BANDUNG – Pentas Nyai Ontosoroh menyadarkan peran perempuan yang sering dilupakan orang-orang. Acara ini diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Sastra dan Teater (Satre) Unpar pada hari Sabtu (29/11). Drama ini merupakan merupakan interpretasi dari Novel karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Bumi Manusia.

“Kita selalu melupakan kondisi figur perempuan. Bukan hanya saya sebagai seorang lelaki kadang kala seorang perempuan sendiri lupa figur ibunya, figur seorang perempuan bagi dirinya. Saya mencoba menggelitik orang-orang tentang sifat dan peranan seorang wanita pada kehidupan manusia,” Ucap Riki Firmansyah, selaku sutradara pementasan.

“Pesannya dari karakter Nyai Ontosoroh sebenarnya jadi wanita yang mandiri. Soalnya jangan mau di jaman sekarang ini kita jadi wanita yang ditindas, harus punya harga diri. Jangan mau diremehin, itulah hal yang bisa dipetik dari cerita ini,” ungkap Maria Trianita, mahasiswi HI 2012 selaku pemeran utama sebagai Nyai Ontosoroh sendiri.

Pentas Dipadati Pengunjung

Pentas Nyai Ontosoroh sendiri dipadati oleh pengunjung. Maraknya antusiasme pengunjung membuat panitia menambahkan jumlah matras penonton. Pengaturan tempat duduk acara ini sengaja dibuat berbeda dengan membuat penonton duduk di matras.

“Keren banget, senang banget karena ga biasa. Demi mendapatkan ekspresinya ke penonton pengaturannya sengaja dibuat berbeda, keren banget,” ungkap Ana, salah seorang pengunjung dari Seni Rupa ITB.

Drama Nyai Ontosoroh ini menceritakan peliknya kehidupan wanita pribumi yang dijual orangtuanya untuk menikah dengan orang Belanda. Pentas Nyai Ontosoroh berlangsung dari pukul 07.30-9.30 di GSG Unpar.

Jasmine Permatahati/Bajik Assora

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *