Pengangkatan Staff Ahli: Minimnya Waktu Persiapan Bawaslu Menuju Pemilu

dok./Google.

STOPPRESS, MP – Pandapotan Pintubatu telah diangkat oleh Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) menjadi Koordinator Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada bulan Januari lalu. Pandapotan yang akrab disapa Dapot, mengaku bahwa dibutuhkan pengangkatan staff ahli untuk Bawaslu karena persiapan pemilu yang singkat.

“Waktu yang mepet dan kita perlu membuat peraturan-kan. Untuk membuat peraturan gak bisa secepat itu,” ujar Dapot. Untuk membuat peraturan sendiri, Dapot mengaku staff ahli dibutuhkan karena adanya kebutuhan terkait pembuatan peraturan tentang struktur organisasi, penyelesaian sengketa, penindak lanjutan, pemberian sanksi, dan lain-lain. “Sebenarnya ini buat tim kerja sih,” jelas Dapot.

Waktu persiapan pemilu yang minim menjadi alasan dibutuhkannya staff ahli. “Karena mengejar waktu, makanya ditarik,” tambah Dapot

“Fungsi staff ahli sekedar memberikan nasehat dan rekomendasi,” kata Dapot. Dalam membuat peraturan, Dapot mengaku bahwa sebenarnya MPM, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu sudah cukup, tetapi adanya kebutuhan untuk koordinasinya. “Nanti ada masukan dari staff ahli gimana, masukan dari MPM dan KPU,” tambah Dapot.

Dapot mejelaskan bahwa posisi staff ahli sendiri dibawah Koordinator Bawaslu. “Jadi dia tidak bisa bertindak sewenang-wenang,” kata Dapot.

Selain staff ahli, terdapat juga anggota-anggota bawaslu lainnya. Dapot mengaku bahwa fokus pada minggu lalu adalah penarikan dan pengangkatan anggota baru.

Dapot mengatakan anggota baru akan diberikan bimbingan karena tidak semua anggota memiliki informasi yang banyak mengenai bawaslu. “Justru disini ada beberapa orang yang sama sekali tidak tahu tentang Bawaslu,” jelas Dapot. Tetapi dasar pertimbangan anggota tersebut dipilih karena menurut Dapot, orang seperti ini mau belajar.

Ada beberapa alasan mengenai kurangnya jumlah mahasiswa yang mendaftar menjadi anggota Bawaslu. “Pertama, bisa jadi karena sosialisasi dari PM Unpar-nya kurang, apalagi tentang Bawaslu,” ujar Dapot. Selain itu, pekerjaan Bawaslu dinilai tidak terlalu signifikan, padahal posisi Bawaslu sejajar dengan KPU. Minat mahasiswa dalam terlibat juga rendah. “Mahasiswa sampai hari ini juga sudah berkurang rasa kepeduliannya dari waktu ke waktu,” tambah Dapot.

Dapot mengaku sejauh ini, belum ada kendala lain selain singkatnya waktu persiapan. “Sejauh ini semua kooperatif sih. Masalahnya cuman tentang waktu,” ujar Dapot.

Brenda Cynthia | Ranessa Nainggolan

Related posts

*

*

Top