Sosialisasi PUPM: Fit & Proper Test Tetap Dilaksanakan

Suasana sosialisasi PUPM di SC Ekonomi. dok./MP

Siang itu, beberapa mahasiswa terlihat sedang menyiapkan proyektor di SC Ekonomi. Mahasiswa berjas almamater tampak bersebaran di sekitar lokasi. Beberapa dari mereka terlihat sekadar ngobrol sedang yang lain sibuk mengutak-atik laptopnya.

Senin, 18 Feburari 2019 dilaksanakan sosialisasi Pemilhan Umum Persatuan Mahasiswa (PUPM) yang ditujukan untuk seluruh mahasiswa Unpar. Hal ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan pemilihan umum yang akan dilaksanakan bulan Mei mendatang. Acara yang diagendakan mulai pukul 12.00 ini, terlambat sekitar dua puluh menit karena beberapa hal.

Akhirnya seorang mahasiswa berjalan ke depan dan membuka acara. Jumlah mahasiswa tanpa jas almamater yang hadir di sana bisa dihitung dengan jari. Artinya acara ini hanya dipenuhi oleh panitia KPU, Bawaslu, dan anggota MPM. Pembawa acara sudah meminta mahasiswa yang berada di warung makan SC Ekonomi untuk ikut merapat, walau nyatanya tidak ada dari mereka yang bergerak dari tempat duduknya.

Acara dimulai dengan penjelasan dari KPU mengenai pengertian KPU itu sendiri. Setelah itu dilanjutkan dengan penjelasan syarat calon kandidat calon PUPM seperti yang tercantum dalam pasal 11 TAP MPM tentang PUPM. Tidak luput juga rencana linimasa yang disiapkan KPU dari sosialisasi sampai pemungutan suara ikut disampaikan.

Sesi tanya jawab dibuka di setiap akhir presentasi. Dalam sesi tanya jawab dengan KPU, dijelaskan bahwa uji kelayakan (fit & proper test) akan tetap dilaksanakan. Metoda dan tahapannya akan mirip dengan fit & proper test tahun 2018. Hasil uji kelayakan ini tidak akan menjadi syarat kelulusan calon kandidat PUPM. “Sekadar untuk tahu profil calonnya saja,” jawab koordinator acara KPU dalam sesi tanya jawab tersebut.

Fit & proper test sendiri sempat ramai diperbincangkan tahun 2018 lalu. Prinsip-prinsip dalam seleksi calon melalui fit & proper test dinilai melenceng dari nilai-nilai demokrasi. Menurut Koentjoro Poerbopranoto (1978) dalam bukunya Sistem Pemerintahan Demokrasi, menyatakan demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan negara di mana dalam pokoknya semua orang (rakyat) adalah berhak sama untuk memerintah dan juga untuk diperintah.

Kesetaraan hak bagi mahasiswa yang ingin mencalonkan diri dihalangi oleh adanya fit & proper test yang dijadikan syarat kelulusan calon kandidat. Layak atau tidaknya calon sebaiknya ditentukan oleh publik sendiri, dalam konteks ini mahasiswa. Pengenalan para calon dapat dilakukan dengan uji publik dan debat publik agar gagasan dan argumen calon menjadi tolok ukur kelayakan, bukannya kemampuan calon untuk menghafal visi misi atau sejarah Unpar.

Sesi presentasi dilanjutkan dengan pemaparan singkat PROK (Peraturan Rektor tentang Organisasi Kemahasiswaan) dari MPM. Dalam presentasi itu MPM menekankan bahwa pemilihan umum bulan Mei nanti hanya berlaku setengah tahun. Artinya masa kepengurusan akan selesai pada bulan Desember dan akan digantikan dengan pengurus baru sesuai PROK 2018. MPM juga menjelaskan secara singkat struktur baru dalam PROK yang akan dilaksanakan mulai 2020.

Sesi terakhir diisi oleh presentasi dari Bawaslu. Dimulai dengan penjelasan pengertian Bawaslu dan jenis-jenis pelanggaran yang bisa dilaporkan dan diinvestigasi dalam rangkaian PUPM. Bawaslu juga menjelaskan cara melapor bagi yang menemukan pelanggaran-pelanggaran serta jenis-jenis sanksi yang bisa diberikan kepada pelanggar.

Dalam sesi tanya jawab, Bawaslu menjelaskan bahwa ada kewenangan yang berbeda dengan Bawaslu tahun lalu. Tahun ini, Bawaslu dapat menindak jika ada laporan mengenai seleksi di tiap-tiap jurusan atau fakultas yang membuat seorang calon gagal dalam pencalonan dirinya. “Tergantung kasus, bisa kasih sanksi kalau ada yang menyeleksi calon sebelum pemilu,” jawab Pandapotan Pintubatu selaku koordinator Bawaslu.

Sosialisasi di SC Ekonomi ini adalah acara ketiga dari total tujuh rangkaian acara. Sosialisasi pertama dan kedua dilaksanakan untuk mahasiswa FTIS dan FH. Sedangkan sisanya akan dilaksanakan pada hari Selasa 19 Februari sampai Jumat 22 Februari dan ditujukan untuk mahasiswa FTI, FE, FISIP, FT, FF dan D3 Manajemen.

Gallus Presiden

Related posts

*

*

Top