Tim Werkudara Memenangi Kompetisi Hult Prize at Unpar 2020

LIPUTAN, MP – Babak final kompetisi entrepreneurship tingkat mahasiswa Hult Prize Unpar diadakan secara daring pada Sabtu (5/12) lalu. Babak terakhir dari kompetisi bertemakan Food for Good ini dihadiri oleh enam tim yang merupakan mahasiswa-mahasiswa Unpar: Powerpuff, Mavericks, Werkudara, AYCE, Anak Sekre, dan Foom Bloom. Hadiah senilai satu juta USD ditambah sepuluh juta rupiah diperebutkan oleh ratusan tim dengan ide bisnis cemerlang yang tersebar di seluruh dunia. 

Rangkaian kegiatan Final Round Hult Prize Unpar kemarin dimulai dengan pembukaan oleh moderator Hakkinen Malik, yang sekaligus menjabat sebagai ketua BEM 2019/2020. Pembukaan acara juga diisi oleh sambutan-sambutan yang salah satunya diberikan oleh Sandiaga Uno, salah satu aktor muda bisnis besar di Indonesia. Acara kali ini dihadiri oleh jajaran juri ternama yang memiliki spesialisasi dalam bidang bisnis: Triawan Munaf (President Commissioner of PT Garuda Indonesia), Gita Wirjawan (Pendiri Ancora Group and Foundation), Tri Wahyudi Saleh (Presiden Direktur PT Pusri), Sisca Soewitomo (Ahli Kuliner dari Indonesia), Arip Budiono (Pengajar di Parahyangan Catholic University), dan Ivan Petrus Sadik (Head of Ikatan Alumni UNPAR).

Mata acara utama pada babak final ini adalah presentasi ide bisnis dari enam tim yang telah lolos seleksi sebelumnya. Presentasi dimulai dari tim pertama, “Powerpuff”, dengan ide bisnis “Waste Not” sebagai aplikasi transaksi jual-beli produk makanan yang tidak terjual habis. Dalam eksekusi ide ini, tim Powerpuff turut melibatkan PHK Express sebagai jasa kurir yang pekerjanya adalah mereka yang mengalami PHK. Sesi presentasi kemudian dilanjutkan dengan tim Mavericks, yang mengangkat ide “The Food Habit”. Ide bisnis ini berbasis pada bisnis media content yang diharapkan dapat menggiring konsumen untuk melakukan kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang lebih sehat. 

Berbeda dengan kedua tim sebelumnya, tim Werkudara membawakan ide bisnis “TIMI”, produk makanan bayi dengan nutrisi tinggi yang dihasilkan oleh jangkrik dan ulat hongkong serta memiliki varian rasa. TIMI, menurut tim Werkudara, dapat membantu mengatasi permasalahan malnutrisi dan stunting yang dihadapi oleh bayi. Selanjutnya, presentasi dilakukan oleh tim AYCE yang menggagas ide “FeedPerfect.id”. Dengan tagar Embrace the perfect, regu ini mengusung ide penjualan bahan pangan seperti sayur dan buah-buahan yang kurang bagus tapi layak konsumsi dengan  kemasan yang menarik pembeli. Penggunaan aloe vera sebagai upaya preservasi bahan-bahan pangan dalam pengemasan juga menjadi nilai jual produk ini.

Tim selanjutnya, Anak Sekre, mengangkat ide vending machine sebagai ide bisnis mereka dengan nama “MAO”, yang menjadikan produk “nasi kucing in the next level”. Tim ini menciptakan ide ini untuk menyediakan makanan sehat yang mudah diakses dan cukup terjangkau. Presentasi terakhir dilakukan oleh tim Foom Bloom, yang membawa ide “Bloom”, paket seperangkat alat bercocok tanam agrikultur dan hidroponik. Didasari pada ketertarikan konsumen selama pandemi, tim ini menargetkan konsumen masyarakat urban yang memiliki ruang sempit namun ingin menumbuhkan bahan konsumsi secara mandiri. 

Pengumuman pemenang tidak dilakukan di Hari-H babak final, melainkan pada Senin (7/12) kemarin melalui akun Instagram Hult Prize at Unpar. Kompetisi Hult Prize at Unpar dimenangkan oleh tim Werkudara sebagai juara satu, kemudian tim AYCE sebagai juara dua, dan disusul oleh tim Powerpuff sebagai juara ketiga.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *