Setengah Tahun MPM, Ketua MPM: Penanggulangan Aspirasi Mahasiswa Kadang Kurang Efektif

STOPPRESS, MP – Selama setengah periode, Gerits Michael selaku Majelas Perwakilan Mahasiswa (MPM) mengaku bahwa penampungan aspirasi mahasiswa sudah dilakukan oleh MPM. Tetapi, terkadang efektivitas penanggulangannya kecil diakibatkan penyelesaian masalah berada dalam ranah pihak yang bersangkutan.

“Mungkin dalam penindakanlanjutannya ya (red. masih kurang efektif),” jelas Gerits. MPM dan Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) memiliki peran sebagai penyambung lidah aspirasi mahasiswa. “Feedback-nya bisa tidak sesuai harapan mahasiswa kan,” tambah Gerits.

Gerits menjelaskan bahwa MPM menampung sebanyak kurang lebih 500 aspirasi mahasiswa yang mengeluh mengenai student portal. Hal ini sudah dibawa oleh pihak MPM untuk ditanyai kepada pihak terkait, tetapi belum ada penyelesaiannya tentang student portal. “Jadi ya kadang kurang efektif, namun seperti itu. Kami sebagai perpanjangan lidah aspirasi mahasiswa saja ke pihak terkait,” jelas gerits.

Selain itu, MPM juga mendapatkan keluhan lainnya mengenai mahasiswa FTI yang tidak bisa melewati tangga tengah yang berada di depan rektorat karena gerbangnya ditutup. Mahasiswa mengaku bahwa lebih mudah bagi mereka jika melewati tangga tersebut, daripada melalui gerbang depan karena lebih jauh. Gerits menjelaskan bahwa pihak MPM sudah menyampaikannya kepada Santo, salah satu pihak Biro Umum dan Teknik (BUT).

BUT memberikan penjelasan bahwa alasan gerbang pada tangga masuk depan rektorat ditutup karena mahasiswa banyak merokok di situ hingga tangga menjadi kotor. Selain itu, masuk juga laporan beberapa mahasiswa mengalami catcall ketika melewati gerbang tersebut. Gerits mengatakan bahwa penanggulan keluhan mahasiswa FTI menjadi kurang. “Kayak gitu langsung kami tindak lanjuti dan bawa ke pihak terkait, tetapi output ke mahasiswa yang bukan di kelembagaan ya agak susah sih,” tambah Gerits.

Masalah FRS/PRS juga disuarakan mahasiswa karena adanya sistem baru. “Kami langsung menyebarkan angket ke mahasisiwa dan angket tersebut kami bawa ke Pak Paulus Tjiang,” jelas Gerits.

Aspirasi mahasiswa lainnya yang masuk, adanya error pada student portal beberapa mahasiswa. “Itu saya tampung dan langsung saya laporin ke WR 1 dan langsung bisa di-handle,” tambah Gerits.

MPM juga melakukan antisipasi masalah yang pernah terjadi sebelumnya, seperti wisuda. “Wisuda di jadwal akademik yang lalu, tiga hari,” ujar Gerits. Pihak MPM bertanya ke Biro Administrasi Akademik (BKA) yang bertanggung jawab dan WR 1 jika wisuda menjadi satu hari atau tiga hari. “Jadi masalah periode lalu seperti wisuda, bisa diantisipasi,” ujar Gerits.

Selain itu, MPM juga bertanya mengenai kenaikan uang kuliah kepada Biro Keuangan. “Bagian front desk-nya sendiri kurang tahu mengapa nominal tersebut yang harus dibayar, karena itu kewenangan dari yayasan,” ujar Gerits. Mengenai hal ini, Gerits mengaku MPM belum bertanya langsung kepada yayasan.

Gerits mengatakan bahwa menampung aspirasi mahasiswa menjadi salah satu bentuk realisasi visi MPM, yakni menjadi lembaga yang pro-aktif. Aspirasi ini ditampung berdasarkan yang terjadi di lapangan dan melalui situs Suara Mahasiswa yang bekerjasama dengan LKM.

Dari situs Suara Mahasiswa, mahasiswa akan diminta log in dengan NPM, kemudian mengisi kolom aspirasi. “Masuk ke database, kami terima aspirasinya, kami sampaikan,” jawab Gerits. Hasil aspirasi akan dikirimkan melalui surel mahasiswa yang bersangkutan.

Gerits mengatakan, walaupun dibutuhkan mengisi kolom NPM pada situs, tetapi pada database, identitas mahasiswa tetap tidak diketahui oleh pihak MPM. “Sudah dienkripsi agar kami tidak tahu siapa yang memberikan aspirasi tersebut, tetap dalam anon,” jelas Gerits.

“Kalau aspirasi sendiri, MPM dan LKM mengategorikan menjadi 7,” jawab Gerits. Kategori itu berupa akademis, tenaga pendidik, keuangan , regulasi, karyawan, kemahasiswaan dan sarana prasarana. MPM menampung aspirasi pada kategori tenaga pendidik, keuangan, regulasi dan akademis. “Empat ini yang selalu coba untuk dikejar,” tambah Gerits.

 

Matthew Adith | Ranessa Nainggolan

Related posts

*

*

Top