Sengaja Meletakkan Anak dalam Mesin Cuci, Pasangan ini Dikenai Tuduhan Pembunuhan

Pelaku Lionel Bonaventure/AFP/Getty Images

INTERNASIONAL, MP – (PARIS, 8/9) Sepasang suami istri dari Prancis dikenai tuduhan pembunuhan akibat meletakkan anak mereka yang berumur tiga tahun di dalam mesin cuci, lalu kemudian menyalakan mesin cuci tersebut.

Kasus ini cukup mengejutkan masyarakat Prancis dan menimbulkan pertanyaan seputar hukum perlindungan anak. Sebelum kasus dugaan pembunuhan ini diangkat ke publik, terdapat tiga laporan mengenai anak kecil yang berada dalam bahaya serta sembilan laporan lain yang berisikan mengenai anak-anak kecil yang hidup dalam lingkungan meresahkan.

Christophe Champenois, 37, tersangka kasus pembunuhan, mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki ingatan apapun tentang meletakkan anaknya, Bastien, ke dalam mesin cuci pada 25 November 2011 saat ditanya di pengadilan.

Pengadilan sendiri mendengar bahwa ia telah meletakkan anaknya ke dalam mesin cuci secara sengaja dan menyalakan mesin tersebut. Champenois diduga menyalakan mesin itu ke dalam mode pemutar selama 30 menit sampai 1 jam.

Sebuah pengadilan di Melun mengatakan bahwa anak laki-laki Champenois meninggal akibat pengaruh mesin pemutar dalam mesin cuci tersebut, bukan karena tenggelam. Diduga Bastien berteriak selama 5 hingga 10 menit saat kejadian itu berlangsung. Di saat yang sama, ayahnya mengabaikan teriakan tersebut dan melakukan aktivitas lain di internet sementara ibunya, Charlene Cotte, 29—yang dikenai tuntutan karena bersekongkol untuk melakukan pembunuhan—bermain puzzle bersama anak perempuannya yang berusia 5 tahun.

“Saat itu saya tidak bisa mengingat apa-apa,” kata Champenois di pengadilan, setelah memberikan beragam penjelasan mengenai apa yang terjadi saat kejadian berlangsung.

Champenois langsung memanggil layanan darurat dari apartemen kecil mereka di Germigny-l’Eveque, Paris Timur, tak lama setelah kematian Bastien. Ia mengatakan pada layanan darurat tersebut bahwa ia memiliki masalah kecil karena anak laki-lakinya terjatuh dari tangga. Champenois kemudian memberikan pernyataan bahwa ia baru saja memandikan anak itu dan menduga bahwa Bastien tenggelam karena ada air keluar dari lubang hidungnya. Akan tetapi, anak perempuan pasangan itu memberitahukan petugas layanan darurat tersebut bahwa “Ayah menaruh Bastien di dalam mesin cuci.”

Champenois sempat mengirim pesan kepada pekerja sosialnya tentang anak laki-lakinya sehari sebelum kematian Bastien. Pesan itu berbunyi, “Saya akan melempar anak ini dari lantai dua, meskipun saya akan mendapat hukuman 15 tahun penjara sebagai balasannya.” Pekerja sosial tersebut sedang izin dari pekerjaan karena sakit, dan tidak menerima pesan itu sampai ia kembali bekerja.

Isabelle Steyer, seorang pengacara perlindungan anak berkata, “Kejadian ini bukan disebabkan oleh penyakit kejiwaan atau reaksi atas amarah..melainkan sebuah tindak akhir kekerasan terhadap anak kecil yang selalu dianiaya.”

DYANNING PANGESTIKA | ANGELIQUE CHRISAFIS | THEGUARDIAN