Semester Ganjil 2020/2021 Resmi Daring, Namun Bisa Berubah

Pihak rektorat Unpar mengeluarkan keputusan untuk melaksanakan perkuliahan semester ganjil melalui Surat Edaran Nomor II/R/2020-06/1047. Keputusan ini baru saja keluar pada 26 Juni 2020 untuk memberikan kepastian kepada mahasiswa Unpar terkait pelaksanaan kegiatan perkuliahan selama new normal.

Namun, surat keputusan ini tidak mutlak menyebutkan bahwa kuliah pada semester ganjil 2020/2021 akan dilaksanakan penuh secara daring. Dalam SK tersebut, tertulis bahwa kegiatan perkuliahan Semester Ganjil 2020/2021 akan dimulai secara daring, tetapi keputusan ini tidak mutlak. Mengacu pada poin ke-2 dalam SK tersebut, peninjauan kembali mengenai keputusan ini akan dilakukan sampai masa UTS Ganjil 2020/2021.

Lebih lanjut, poin (2) dan (4) dari surat keputusan ini memberikan kemungkinan perkuliahan yang tiba-tiba dijalankan secara hybrid, atau campuran fisik dan daring, setelah setengah semester dijalankan penuh secara daring. Perubahan ini didasarkan pada situasi dan kemungkinan yang ada.

Sementara itu, mahasiswa yang perlu hadir di kampus untuk penggunaan laboratorium, studio, maupun fasilitas lain demi keperluan tugas akhir harus mendapat izin dan rekomendasi dari dekan fakultas, orang tua, dan wajib mengikuti protokol kesehatan yang sudah ada.

Sebelumnya, keputusan kegiatan perkuliahan dijadikan daring sudah dikeluarkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim sebelum pihak Unpar mengeluarkan SK pada hari ini. Keputusan ini didasari asumsi bahwa semua perguruan tinggi bisa melaksanakan perkuliahan daring lebih efektif dibandingkan institusi pendidikan lainnya. Dengan asumsi ini, tahun akademik juga tidak akan mengalami pengunduran pelaksanaannya.

Kepastian lebih lanjut tentang penyelenggaraan sistem perkuliahan semester ganjil 2020/2021 diperlukan oleh mahasiswa, mengingat ongkos seperti biaya kos atau biaya untuk kembali ke Bandung yang tidak sedikit. Selain itu, mahasiswa baru juga membutuhkan kepastian tentang apakah mereka perlu datang ke Bandung pada saat dimulainya tahun ajaran baru.

Hanna Fernandus | Muhammad Naufal Hanif

Penulis

*

*

Top
Atur Size