Sandra: “Kalau Butuh Peraturan Tertulisnya, Saya Tulis Sekarang.”

STOPPRESS MP, UNPAR – Penghitungan suara Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa Unpar (PUPM-UNPAR) hari pertama (25/4) di Fakultas Teknik, Jurusan Arsitektur dan Teknik Sipil, dilakukan secara tertutup dan tidak diperbolehkan diliput oleh Media Parahyangan dan UKM manapun.

Hal tersebut diutarakan oleh masing-masing ketua KPU Fakultas (KPU F) Jurusan Teknik Sipil, Jefry Indraputra (2010410168) dan Arsitektur, Victor Denny Nugroho (2010420181), bahwa mereka menerima instruksi untuk melarang kegiatan peliputan pemungutan suara. “Kami diberitahu oleh Sandra (Ketua KPU Pusat) bahwa proses pemungutan suara tidak boleh diliput oleh Media Parahyangan. Kami tidak tahu apakah peraturan tersebut tertulis atau tidak.”

Ketika ditemui, Sandra Tri Efendi menjelaskan beberapa alasan kenapa proses pemungutan suara tidak boleh diliput Media Parahyangan. “Kami melarang peliputan karena tidak ada kerja sama antara MP dengan KPU Pusat. Sudah ada kesepakatan penghitungan suara di Fakultas tidak boleh dihadiri selain mahasiswa fakultas, tim sukses kandidat, dan kandidat itu sendiri.” Selain itu,  alasan pelarangan adalah hasil dari penghitungan suara sementara menimbulkan kebingungan. “Pada saat saya mencalonkan diri, hasil sementara dari TPU pada saat itu 51 suara, tetapi di penghitungan suara sementara MP sudah 73 suara. Hal ini bisa menimbulkan kebingungan di publik. Peraturan ini juga berlaku untuk UKM lain, bukan hanya MP,” tambah Sandra.

Ketika ditanya mengenai penghitungan suara di FISIP yang bisa diliput dan ditonton secara terbuka, Sandra menambahkan, “Apabila hal tersebut diizinkan oleh KPU F setempat, maka boleh diliput.”

Mengenai tertulis atau tidaknya peraturan mengenai pelarangan peliputan tersebut, Sandra mengatakan tidak ada peraturan tertulis mengenai hal tersebut. “Tidak ada peraturan tertulis soal pelarangan peliputan. Kalau butuh, peraturan tertulisnya saya tulis sekarang.”

Sandra mengatakan, bahwa hasil PUPM akan diberikan pada hari ke-2 setelah total suara terkumpul. “Kami mempersilahkan bagi pihak-pihak yang ingin meminta hasil dari penghitungan suara setelah hari kedua. Kami ingin informasi mengenai PUPM ini akurat dan bersumber dari KPU,” tutup Sandra.

(Adytio Nugroho/Dendy Nugraha)