Sabam Sirait: Tidak Percaya Sebelum Soeharto Benar-Benar Turun

Tidak percuma bila ia dielu-elukan massa mahasiswa Unpar sejak kedatangannya di Kampus Ciumbuleuit. Mantan anggota DPR ini dalam orasinya menyatakan, bahwa ia identik dengan Thomas (salah satu murid Yesus). “Karena saya baru percaya dia (Soehart o) mundur, kalau dia betul-betul mundur jadi presiden,” tegasnya yang disambut meriah oleh massa. Ia merasa tidak yakin karena pada tahun 1988 Soeharto di depan SU-MPR ia menyatakan inilah terakhir kalinya dilantik sebagai presiden. “Itu tahun 1988, sekar ang tahun berapa?” tanyanya yang disambut gelak tawa mahasiswa. “Ada yang mengatakan dia tidak akan mundur, (jadi) dia harus dimundurkan dari kursi presiden,” lanjutnya.

Kemudian pendukung PDI Perjuangan (Megawati) itu percaya bahwa dari 200 juta rakyat Indonesia pasti ada presiden yang lebih baik dari Soekarno dan Soeharto. Akhirnya menurutnya tidak rasional bila presiden sampai menjabat lebih dari 30 tahun karena dia nggapnya sudah tidak kreatif. “Orang yang menjadi direktur rumah sakit pun tidak boleh lebih dari 10 tahun, bahkan menjadi rektor unpar pun tidak boleh terlalu lama,” tegasnya yang langsung “di-iyakan” oleh massa. Menurutnya para founding fathers s eperti Bung Karno dan Bung Hatta pun tidak ingin berlama-lama menjadi presiden.

Mengenai tindakan represif dan sadis dari aparat keamanan dalam hal ini ABRI, Sabam melihatnya sebagai suatu hal yang bertentangan dengan esensi terbentuknya ABRI yang berjanji melindungi rakyat, termasuk mahasiswa.” Kalau ABRI tidak melindungi rakyat, berarti menghianati sejarah berdirinya ABRI,”tegasnya.

Ketika diminta komentarnya oleh reporter ParaHyangan tentang pernyataan Habibie bila MPR mengadakan sidang umum istimewa berarti melecehkan demokrasi,”Barangkali dia (Habibie) nggak ngerti de mokrasi itu apa. Dia harus belajar penjelasan UUD’45, sama seperti Bob Hasan,” jelasnya. (rra)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *