RR Digugat Karena Penempelan Poster Di Luar Tempat Yang Ditentukan

RR Digugat Karena Penempelan Poster Di Luar Tempat Yang Ditentukan

STOPPRESS MP, UNPAR – Komisi Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa (KPUPM) Unpar menengahi gugatan yang diajukan oleh kandidat nomor urut 1 kepada kandidat nomor urut 2. Adapun, perihal gugatan tersebut mengenai penempelan poster kandidat nomor urut 2 yang berada di luar tempat yang telah ditentukan.

“Pada 00.00 lewat ada dua orang datang memasang poster di kaca pintu arsitek yang tentu tidak sesuai dengan peraturan KPUPM,” ucap Frans Siahaan (Manajemen 2012). Terdapat pula dua saksi lainnya yaitu Yohanes Andika (Ekonomi Pembangunan 2013) dan Eddy Indra Hardiandika (Arsitek 2012) yang turut memberi kesaksian serupa mengenai pemasangan poster RR di pintu kaca Gedung Arsitek.

Duduk perkara sidang yaitu adanya pelanggaran pemasangan poster.Ditemukan adanya poster kandidat bernomor urut 2 pada pintu kaca Gedung Arsitek, hal tersebut dianggap melanggar peraturan KPUPM mengenai ketentuan penempelan atribut kampanye yang hanya diperbolehkan di majalah dinding tiap fakultas.Terkait dengan pelanggaran tersebut sanksi yang diajukan berupa pemberian surat peringatan kepada kandidat nomor urut 2.

Berdasarkan kesaksian Ignasius Roland Dewanto (Tehnik Sipil 2012) selaku penanggung jawab atribut kampanye SC Arsitek kandidat nomor urut 2, menyebutkan bahwa pada waktu ia datang ke tempat tersebut, tidak menemukan ruang untuk menempelkan poster kandidat nomor urut 2. “Karena sudah penuh di mading, maka saya memutuskan menempel di tempat yang wajar (pintu kaca.red),” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa pada pintu kaca tersebut,selain penempelan poster kandidat nomor urut 2 juga terdapat pengumuman acara jurusan arsitektur.

Dalam penjelasannya Roland mengaku sudah berkoordinasi dengan Ruben Davdi Tuwai (Arsitektur 2013) selaku ketua KPUS Arsitektur. Ia bersaksi bahwa penempelan tersebut dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Ruben. Namun Ruben menampiknya, ia berkata bahwa koordinasi baru dilakukan hanya pada spanduk dan X-Banner. Ruben juga sempat menjelaskan bahwa sebelumnya sudah ada koordinasi dengan kandidat nomor utut 1 mengenai pemasangan poster, namun belum ada koordinasi dari kandidat nomor urut 2.

Sharleen Widjaya (HI 2012) selaku ketua acara menerangkan bahwa terkait pemasangan atribut kampanye tersebut telah dikoordinasikan dengan KPU Fakultas. Koordinasi meliputi pemberian rekomendasi dari KPUF dan dipertimbangkan oleh KPU pusat mengenai kelayakan bagi kedua kandidat.”Tiap-tiap calon perlu berkoordinasi dengan KPUS yang bersangkutan soal pemasangan atribut kampanye,” tambahnya.

Derian Laurensius Darundio (T. Sipil 2012) selaku penanggung jawab tim sukses pasangan nomor urut 2 menanggapi hal tersebut dengan mempertanyakan mengapa tidak ada teguran semasa kampanye dan mengapa dari KPUS Arsitektur tidak mengetahui dan mengecek soal penempelan di luar mading. Ruben pun menjawab bahwa dirinya tidak tahu menahu dan tidak mengecek soal itu.

Baik Bawaslu maupun KPU mengakui bahwa mereka hanya menegur pada pengurangan jumlah poster yang dianggap berlebihan di gedung 10 dan tidak ada teguran pada SC Arsitektur. Oleh karena itu, Derian menganggap bahwa mereka sudah clear dan tidak melakukan kesalahan.

Di akhir sidang, pimpinan sidang memutuskan bahwa tidak ada penjatuhan sanksi kepada kandidat nomor urut 2. Adapun sidang berlangsung dari pukul 22.55 s/d 00.00 WIB.  selama istirahat berlangsung dari komunikasi dan keluar ruangan. Peserta dan pimpinan sidang dibatasi hanya pada lorong di depan sekretariat PUPM.

VINCENT FABIAN

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *