Ravio Patra Bebas dan Kejanggalan Proses Pemeriksaannya

ravio patra bebas

STOPPRESS, MP – Kamis (24/4) pagi, Ravio Patra bebas setelah ditangkap dan diperiksa selama 33 jam oleh Polda Metro Jaya. Ravio dibebaskan pada pukul 08.30 WIB dengan status sebagai saksi. Namun, Koalisasi Tolak Kriminalisasi dan Rekayasa Kasus (KATROK) mengatakan ada kejanggalan selama proses penahanan dan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Dalam siaran pers yang dikeluarkan koalisi tersebut, mereka mencatat bahwa pihak tim penasihat hukum dipersulit ketika akan memberi bantuan hukum. Setelah ditangkap, tim penasihat hukum sulit mendapatkan informasi mengenai keberadaan Ravio. Keberadaan Ravio seakan-akan ditutupi oleh pihak kepolisian. Saat mendatangi Polda Metro Jaya Rabu (23/4) pukul 11.00 WIB, pihak kepolisian menyangkal keberadaan Ravio. Beberapa jam kemudian, diketahui bahwa Ravio berada dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya yang dikonfirmasi oleh pihak kepolisian melalui konferensi pers Rabu (23/4) pukul 14.00.

Selain itu, proses penangkapan dan penggeladahan  juga tidak sesuai dengan prosedur yang
berlaku. Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan, pihak kepolisian tidak
mampu menunjukkan surat perintah yang diminta oleh Ravio.

Kediaman Ravio digeledah dan barang-barang miliknya yang
tidak berhubungan dengan tindak pidana yang dituduhkan seperti buku, handphone
teman, dan laptop kantor dibawa juga oleh polisi.

Pihak penyidik di Sub Direktorat Keamanan Negara (Subdit Kamneg), tempat Ravio diselidiki, menyatakan bahwa yang mereka lakukan terhadap Ravio bukanlah penangkapan tetapi pengamanan. Padahal menurut Katrok, pengamanan sendiri tidak dikenal di dalam hukum acara pidana sementara Ravio Patra, sebelum bebas, sudah ditangkap lebih dari 1×24 jam saat itu. Ravio juga mengalami intimidasi kekerasan secara verbal baik pada saat penangkapan dan juga di Polda Metro Jaya, khususnya sebelum diperiksa oleh Subdit Kamneg.

Status hukum Ravio pun juga berubah-rubah. Diketahui Ravio
sudah menjalankan pemeriksaan pada Rabu (23/4) sekitar pukul 03.00 WIB sampai
dengan 06.00 WIB sebagai tersangka. Padahal saat itu, tim bantuan hukum belum
memberikan bantuan hukum kepada Ravio.

Namun di hari yang sama, Ravio kembali melakukan pemeriksaan
pukul 10.00 WIB sampai dengan 17.00 WIB sebagai saksi. Janggalnya, penyidik
sempat menginformasikan bahwa surat penahanan sudah disiapkan padahal statusnya
adalah saksi.

Penyidik juga mengakses data kontrak kerja dan catatan
pengelolaan, padahal hal tersebut tidak ada kaitannya sama sekali dengan dugaan
tindak pidana. Kata sandi email Ravio juga sengaja diubah oleh penyidik tanpa
persetujuan Ravio.

Saat menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Ravio
menyadari bahwa pasal yang dituduhkan tidak konsisten. Selama pemeriksaan yang
berlangsung sejak pukul 17.00 WIB sampai 22.00 WIB, ada perubahan pasal sama
sekali tidak relevan dengan pemeriksaan. Awalnya, Ravio dikenakan pasal 28 ayat
1 UU ITE tentang “Berita bohong yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam
transaksi elektronik”. Namun, tetiba berubah menjadi pasal 28 ayat 2 tentang “Ujaran
kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat berdasarkan SARA.”

Dalam surat penyitaan yang disampaikan oleh Polisi terdapat
4 barang yakni Macbook Apple, laptop Dell, handphone Samsung S10, dan handphone
Iphone. Namun, di BAP barang tersebut ditulis menjadi 6 yaitu KTP dan email.
Ravio sempat berdebat dengan pihak polisi dimana akhirnya 2 barang tersebut
dihapuskan dari surat penyitaan.

Penulis

Related posts

*

*

Top
Atur Size