Ralat Berita: Terkait Pencalonan MPM FTI, Mahasiswa N: Seleksi Internal Menghilangkan Demokrasi

Salah satu Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) menggunakan pin MPM dan Persatuan Mahasiswa (PM) Unpar pada almamaternya ketika sedang bertugas. dok/ MP.

Christian Fredy Naa selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WD III) Fakultas Teknologi Industri (FTI) mengajukan keberatan, penggunaan beberapa kata yang digunakan dalam artikel Media Parahyangan bertajuk “Terkait Pencalonan MPM FTI, Mahasiswa N: Seleksi Internal Menghilangkan Demokrasi.” Pernyataan keberatan ini diungkapkan oleh WD III FTI melalui surel yang dikirim ke Media Parahyangan pada tanggal 29 April 2019.

Keberatan yang diajukan oleh Christian merupakan penggunakan kata “fakultas” pada paragraf pertama dan paragraf terakhir pada artikel. Pada paragraf pertama tertulis bahwa, “Hal ini disebabkan bahwa N tidak lolos dalam seleksi internal yang dilakukan oleh fakultas.” Pada paragraf terakhir, tertulis, “selain itu, juga Dapot mengaku bahwa seleksi internal dilakukan oleh setiap fakultas.”

Penggunaan kata “fakultas” pada dua paragraf tersebut merujuk juga kepada dekanat. Dengan penggunaan kata “fakultas” membawa pemahaman bahwa ada campur tangan seleksi internal FTI oleh dekanat. Padahal penggunaan kata “fakultas” yang dimaksud oleh Media Parahyangan merujuk kepada organisasi kemahasiswaan seperti Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) FTI.

Dengan pertimbangan tersebut, maka ralat berita telah dilakukan dengan mengganti kata “fakultas” pada paragraf pertama menjadi “MPM FTI” dan “organisasi kemahasiswaan lainnya” pada paragraf terakhir.

Media Parahyangan meminta maaf atas kekeliruan dan ketidaknyamanan yang telah mengakibatkan pemahaman ganda mengenai isu yang diangkat dalam artikel. Kesalahan yang terjadi sudah menjadi bahan pembelajaran Redaksi Media Parahyangan untuk ke depannya. Terima kasih.

 

Ranessa Nainggolan

Related posts

*

*

Top