Quo Vadis Law Fair: Persiapan Dunia Kerja Mahasiswa Hukum Unpar

Suasana seminar acara Quo Vadis Law Fair yang diselenggarakan oleh HMSIH Unpar di Operation Room. dok/MP

STOPPRESS, MP – Hari Kamis (21/11) hingga Sabtu (23/11) kemarin, diadakan acara Quo Vadis Law Fair. Digelar untuk pertama kalinya, Quo Vadis Law Fair menjadi wadah pengenalan dunia kerja di law firm bagi mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Unpar.

Quo Vadis Law Fair adalah program kerja (proker) Divisi Advokasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum (HMPSIH). Acara ini menghadirkan enam law firm: Hiswara Bunjamin & Tandjung (HBT), AKSET, Blue Sky Group, LHBM, Armand Yapsunto Muharamsyah & Partners (AYMP), dan SIP Law Firm. Rangkaian acara terdiri atas sesi sharing pengalaman dan workshop yang dibawakan oleh pembicara dari law firm yang hadir.  Pembicara tidak hanya dari law firm, tapi ada pula pembicara dari instansi, seperti KPK.

Selain itu, terdapat booth law firm di depan ruang HMPSIH, seperti law firm AKSET, LHBM, dan AYMP. Mahasiswa dapat mengunjungi booth tersebut, bertanya, bahkan memasukkan Curriculum Vitae (CV) miliknya kepada law firm yang diincar.

Jhagardo Joshua, Ketua Pelaksana Quo Vadis Law Fair, menjelaskan bahwa acara ini memiliki threshold yaitu Day of Law Career (DLOC) Universitas Indonesia. “Karena (ini) proker pertama, pasti ada banyak kurang dan salahnya,” ujarnya saat diwawancarai Selasa (26/11) kemarin. “Publikasi harus diperpanjang, lama persiapan, dan durasi acara juga berpengaruh,” tambahnya.

“Persiapannya se-mepet itu; bulan September (baru) mempersiapkan konsep, sementara masih harus ngurus SIAP UTS,” jelas Jhagardo. “Pelaksanaan seharusnya dilakukan sebelum atau mendekati hari wisuda,” ujarnya.

Quo Vadis Law Fair, bagi Jhagardo, harus ada karena ia merasa acara ini adalah proker yang esensial untuk FH. Ia juga berharap law firm yang diundang tetap bekerja sama dalam, misalnya, dalam pembuatan workshop atau company visit; salah satu law firm yang telah menjalin kerja sama dengan HMPSIH dan hadir di acara kemarin adalah HBT.

Acara yang digelar selama tiga hari berturut-turut ini mendapat tanggapan yang cukup positif dari masyarakat FH, salah satunya adalah Tarissa, angkatan 2018. “Tujuan (aku) datang ke Quo Vadis karena mau nambah ilmu, apalagi kemarin ada seminar tentang arbitrase. Acaranya overall bagus, sih. Law firm-nya juga bagus,” jawabnya saat ditanya pendapatnya mengenai Quo Vadis Law Fair. 

Selain law firm, Quo Vadis Law Fair juga menghadirkan berbagai booth makanan, seperti Cendol Elizabeth, Roti Big John, Yoshinoya, dan Coffee van Bagels. Acara ini dilaksanakan di lingkungan FH dan Gedung Rektorat lantai 4.

 

Sausan Imtinan, Hanna Fernandus || Brenda Cynthia

Related posts

*

*

Top