Pusik Tuntut Hapus Pasal Antidemokratis di Pedoman Perilaku Mahasiswa

SIARAN PERS, MP — 21 Juli lalu, Rektorat menerbitkan surat edaran mengenai pedoman perilaku mahasiswa. Di dalamnya, terdapat peraturan yang mengkhawatirkan seperti larangan melakukan aksi penyampaian pendapat tanpa persetujuan kampus, larangan menyebarkan informasi ‘meresahkan’, dan penentuan klasifikasi sanksi yang sepihak dari pihak kampus.

Pusik Parahyangan, kelompok studi mahasiswa yang telah mulai aktif kembali sejak tahun lalu, menyatakan sikap tuntutan penghapusan atas ebberapa pasal yang dianggap tidak demokratis, dan bahwa pihak kampus perlu berdialog dengan mahasiswa sebelum membuat peraturan serupa.

Berikut siaran pers dari Pusik Parahyangan.

Pada tanggal 21 Juli 2020, telah diterbitkan Peraturan Rektor Universitas Katolik Parahyangan Nomor III/PRT/2020-07/082 tentang Pedoman Perilaku Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan. Dalam peraturan tersebut, ditemukan beberapa pasal yang janggal dan bertolak belakang dengan semangat demokratis serta kebebasan akademis. Pusat Studi Ilmu Kemasyarakatan Parahyangan mengeluarkan surat pernyataan sikap ini dalam rangka menuntut penghapusan pasal-pasal yang bersifat multitafsir dan mempersempit ruang kebebasan berpendapat.

Perlu digarisbawahi bahwa Peraturan Rektor Universitas Katolik Parahyangan Nomor III/PRT/2020-07/082 tidak sesuai dengan hak berkumpul, menyatakan pendapat, memperoleh dan menyampaikan informasi, serta kebebasan akademik sebagaimana dilindungi dalam Pasal 28E dan Pasal 28F UUD 1945, serta Pasal 8, Pasal 9, dan Pasal 54 UU No.12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Peraturan tersebut juga bertentangan dengan Pasal 2 UU No. 9 tahun 1998 yang menyatakan setiap warga negara berhak menyampaikan pendapat sebagai perwujudan demokrasi. Dengan adanya pembatasan diskursus publik, kebijakan ini bisa menjadi instrumen normalisasi kehidupan kampus (NKK/BKK) seperti yang terjadi dalam era sebelum reformasi.

Selain berisi pasal-pasal yang bersifat multiinterpretatif, proses perumusan peraturan rektor tersebut juga bertentangan dengan prinsip-prinsip demokrasi dan Spiritualitas dan Nilai Dasar Unpar. Mahasiswa tidak mendapatkan notifikasi atas pembuatan peraturan rektor tersebut dan tidak ada dialog dengan mahasiswa selama perumusan pasal-pasal tersebut. Sehingga, nilai keterbukaan, keadilan, deliberatif, dan musyawarah telah diabaikan dalam pembuatan peraturan ini.

Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa peraturan rektor tersebut berpotensi mematikan semangat berdemokrasi, mengekang kebebasan akademik, dan bertentangan dengan berbagai perundangan di atasnya. Selain itu, dalam proses pembuatannya, peraturan tersebut kurang disosialisasikan kepada para mahasiswa Unpar.

Sehingga, Pusat Studi Ilmu Kemasyarakatan Parahyangan menyatakan berbagai tuntutan terkait Peraturan Rektor Universitas Katolik Parahyangan Nomor: III/PRT/2020-07/082 Tentang Pedoman Perilaku Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan, yakni:

  1. Menghapus pasal-pasal yang bersifat subjektif dan anti-demokrasi sebagai berikut:
    a. Pasal 6 ayat (5) poin C Peraturan Rektor Universitas Katolik Parahyangan Nomor: III/PRT/2020-07/082 tentang Pedoman Perilaku Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan
    b. Pasal 6 ayat (5) poin A Peraturan Rektor Universitas Katolik Parahyangan Nomor: III/PRT/2020-07/082 tentang Pedoman Perilaku Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan Peraturan Rektor Universitas Katolik Parahyangan.
    c. Pasal 6 ayat (4) poin A Peraturan Rektor Universitas Katolik Parahyangan Nomor: III/PRT/2020-07/082 tentang Pedoman Perilaku Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan.
    d. Pasal 5 ayat (9) Peraturan Rektor Universitas Katolik Parahyangan Nomor: III/PRT/2020-07/082 tentang Pedoman Perilaku Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan.
  2. Mengadakan dialog bersama mahasiswa Unpar dalam perumusan peraturan rektor.
  3. Menerapkan prinsip partisipasi, inklusi, deliberasi, dan transparansi dalam penetapan peraturan rektor.

Bandung, 8 Agustus 2020

Pusat Studi Ilmu Kemasyarakatan Parahyangan

Related posts

*

*

Top
Atur Size