PKM Kembali Dibuka, BKA Harus Segera Belajar dari Kesalahan

Tampak depan gedung Unpar. dok/MP

STOPPRESS, MP – Fanny Florentini (Teknik Sipil 2017) dan Michelle Andradjadi (Hukum 2018) adalah dua dari sekian mahasiswa Unpar yang belum mengetahui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) walaupun sejak dua tahun terakhir pihak universitas mengakui telah memberikan sosialisasi agar mahasiswa mengikuti program yang diinisiasikan Kemristekdikti tersebut.

Per Senin lalu (21/10), Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) mulai mengumumkan pembukaan pendaftaran PKM untuk tahun pendanaan 2020. Namun, pihak BKA masih harus menyelesaikan masalah terkait metode untuk menarik minat mahasiswa Unpar dan koordinasi dengan Ristekdikti. 

“Kami mencoba mencari pola yang tepat sesuai dengan karakter anak Unpar tuh bagaimana,” ujar Pietre Gunawan atau yang akrab disapa Gun ketika ditanya mengenai cara untuk menarik  minat mahasiswa Unpar.

Gun juga menjelaskan bahwa dengan metode tahun lalu, yaitu pemmberian insentif hadiah tidak berhasil menarik minat mahasiswa. Di sisi lain, pihak universitas tidak ingin memaksa mahasiswa untuk ikut dan lebih mengedepankan inisiatif mahasiswa. 

Sejak mengikuti PKM di tahun pendanaan 2017, jumlah mahasiswa Unpar yang mengikuti PKM fluktuatif dan gagal memenuhi target yang ditetapkan oleh Ristekdikti.

Di tahun pendanaan 2017, terdapat 124 mahasiswa yang mengusulkan proposal. Namun, hanya 67 mahasiswa yang mengunggah proposal ke Sistem Pembelajaran dan Kemahasiswaan (SIMBELMAWA).

Jumlah tersebut kemudian terjun bebas di tahun pendanaan 2018 ketika hanya terdapat 28 mahasiswa yang mengusulkan dan mengunduh proposal. Padahal di tahun 2018, Unpar mendapatkan kuota sebesar 425 mahasiswa untuk PKM 5 bidang dan 100 Gagasan Tertulis (GT).

Ketika BKA mengadakan lomba internal dengan insentif hadiah uang tunai, pengusul PKM mencapai 45 mahasiswa, tetapi ketika tiba waktu untuk mengumpulkan proposal. jumlahnya tereduksi menjadi 28 atau sebesar 64,44%. Di tahun yang sama, kuota untuk mahasiswa Unpar berkurang menjadi 250 mahasiswa. 

Sosialisasi, Gengsi atau Kurang Kooperasi?

Terkait sosialisasi, pihak BKA mengakui bahwa tidak ada yang kurang dengan sosialisasi yang dilakukan. “Sosialisasi tidak kurang, spanduk besar ada, media sosial sudah ada juga, kurang medsos yang mana lagi?” ujar Gun menampik asumsi bahwa sosialisasi kurang dilakukan.

Namun, pada kenyataannya, sosialisasi yang dilakukan Unpar terbatas pada publikasi yang tidak interaktif. Pihak universitas tidak mensosialisasikan secara luas dan langsung mengenai PKM, ataupun lokakarya untuk mengasah kemampuan.

Gun menambahkan bahwa hal yang perlu difokuskan adalah mengetahui apa hal yang dianggap ‘bergengsi’ bagi mahasiswa Unpar.

“Sesuatu heboh  kalau ada yang istimewa, di Unpar, PKM bergengsi itu harus seperti apa? Dan bagaimana menyadarkan hal tersebut dengan waktu yang terbatas,” tambah Gun. 

Gun juga menambahkan bahwa perlu diketahui juga bagaimana profile mahasiswa Unpar dan mengapa mahasiswa Unpar sulit mengikuti kompetisi.

“Tannggung jawab akademik tinggi, waktu hampir habis untuk mendukung akademik sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk mengikuti lomba di luar,” jelas Gun terkait profile mahasiswa Unpar  menurutnya.

Sulitnya mencari narasumber yang memahami PKM juga menjadi hambatan BKA untuk mengadakan sosialisasi. “Kita pernah ke Jakarta, sudah  jadi dan deal, tiba-tiba cancel. Hanya ada satu yang bisa bantu, sisanya tidak berhasil dikontak,” jelas Gugie Triadi, staff BKA. Pihak BKA mengingingkan narasumber dari luar Unpar demi memberikan sudut pandang dari seseorang yang aktif sehingga bisa memberi pemahaman atas keistimewaan PKM.

Ketidakberhasilan mendapatkan narasumber dari luar dapat juga disebabkan oleh kurangnya hubungan antara Ristekdikti dan universitas, terutama di level pembuat kebijakan dan tim penjurian PKM.

Evaluasi Penyelenggaraan Tahun Lalu

Halimah Anjani dan Rangga Caesario (HI 2016) adalah dua mahasiswa yang mengikuti seleksi internal PKM dan mendapatkan insentif. Keduanya mengakui bahwa informasi yang didapati setelah melewati seleksi internal minim dan kurang menjelaskan tahap seleksi selanjutnya.

“Dikabarin, tapi ngga ada info lagi selain itu. Kayak mereka yang mendaftarkan,” jelas Halimah. Halimah menuturkan bahwa ketiga anggota kelompoknya sedang tidak berada di Bandung sehingga tidak dapat mengunggah proposal di BKA. 

Hal yang sama juga dialami oleh Rangga Caesario. “Jadi setelah pengumuman pemenang internal,  belum ada kelanjutan atau kegiatan yang kita lakukan karena belum dikasih mandat untuk melakukan tindak lanjut proposal,” jelas Rangga. Rangga mengira kelompoknya tidak dikontak akibat tidak lolos pada tahap selanjutnya.

Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Ristekdikti No. B/81/B.B3/81/KM.02.01/2019 tentang Pengumuman Program Penugasan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 5 bidang tahun 2019 yang dikeluarkan pada tanggal 20 Maret 2019, tidak ada mahasiswa Unpar yang mendapat dana hibah.

Peserta PKM internal sendiri baru dikabari mengenai pengumuman lolos atau tidaknya pada Rabu ini (23/10) atau tujuh bulan setelah Ristekdikti mengeluarkan surat pengumuman. Menanggapi hal tersebut, Gugie mengatakan bahwa keterlambatan dari pihak Ristekdikti, minat peserta yang turun, dan masa liburan mempersulit pengumpulan peserta PKM.

“Begitu dapet pemenang, mereka [Ristekdikti] belum membuka pendaftaran. Hype peserta hilang dan kondisinya sedang libur UAS sehingga susah mencari pesertanya,” jelas Gugie. 

Gugie mengakui juga bahwa kesalahan diakibatkan peserta diberi insentif ketika lolos seleksi internal, padahal  insentif seharusnya diberikan ketika peserta telah mengunggah proposal.

Evaluasi tersebut juga membuat pihak BKA tidak menggelar seleksi internal untuk PKM tahun pendanaan 2020.

“Investasinya ngga sebanding dengan yang daftar,” jelas Gugie ketika ditanya mengenai alasan  tidak akan adanya seleksi internal, meskipun telah berhasil meningkatkan pengusul proposal PKM.

Untuk itulah, Gugie mengatakan bahwa pada PKM pendanaan 2020, BKA akan menginisiasikan pendirian unit baru yaitu Kreativitas dan Prestasi yang bertujuan untuk menaungi mahasiswa  yang memiliki minat di bidang riset dan penelitian.

Program kreativitas mahasiswa adalah wadah yang dibentuk untuk memfasilitasi mahasiswa Indonesia untuk mengkaji, mengembangkan dan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi. PKM sendiri terbagi menjadi PKM-Penelitian, PKM-Penerapan Teknologi, PKM-Kewirausahaan, PKM-Pengabdian Masyarakat dan PKM-Penulisan Artikel Ilmiah.

 

Miftahul Choir || Brenda Cynthia

*

*

Top