“Pernyataan Bandung” Menolak Pemberangusan Buku dan Kelompok Intoleran

“Pernyataan Bandung” Menolak Pemberangusan Buku dan Kelompok Intoleran

NASIONAL,MP – Para seniman, aktivis budaya, pegiat literasi, mahasiswa dan pelaku komunitas kreatif di Kota Bandung mendeklarasikan “Pernyataan Bandung” mengenai penolakan pembrangusan buku dan kelompok intoleran. Deklarasi tersebut menyerukan penolakan terhadap pembrangusan buku dan kegiatan kelompok intoleran yang mengganggu kebebasan berekspresi.

“Pada dasarnya kita menolak sifat-sifat yang melanggar undang-undang, dan kita berharap semua pihak untuk menghormati hukum dan HAM” ujar Semi Ikra Anggara selaku perwakilan dari pencetus deklarasi Pernyataan Bandung. Ia juga menjelaskan, ide tercetusnya deklarasi Pernyataan Bandung ini berasal dari fenomena yang terjadi akhir-akhir ini yaitu terdapat sweeping buku oleh pihak militer, kepolisian, dan sweeping beberapa acara oleh organisasi massa.

Deklarasi dibacakan oleh Ahda Imrah dan didampingin oleh Deni Rahman yang merupakan perwakilan dari Lawang Buku dan Semi Ikra Anggara Alumni STSI. Mereka memaparkan bahwa pada bulen Mei 2016 ini telah terjadi beberapa peristiwa pembrangusan terhadap dunia literasi serta kebebasan berekspresi dengan alasan bangkitnya kembali Partai Komunis Indonesia.

(Baca juga: 5 Poin Seruan “Pernyataan Bandung”)

Kesewenang-wenangan itu juga disebutkan telah melanggar keputuan Mahkamah Konstitusi Nomor 6-13-20/PUU-VII/2010. Kejaksaan hanya bisa menyita buku dan barang cetakan lain jika mendapat izin pengadilan, maka dari itu aparat kepolisian, militer dan organisasi massa tidak berhak melakukan razia dan memberangus buku.

Selain itu juga disebutkan beberapa pentas seni, pemutaran film, teater, hingga kegiatan kampus yang mendapatkan perlakuan intoleran dari Organisasi masyarakat yang mengganggu kebebasan bersekspresi. Salah satunya ialah Pementasan monolog Tan Malaka, penangkapan seniman pantomim, dan penyerbuan kegiatan Sekolah Marx yang dilakukan di Kampus Institut Seni Budaya Indonesia yang terjadi di Bandung.

Peryataan deklarasi ini diadakan di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) pada Selasa (17/4). Terdapat 144 individu dari berbagai komunitas, diantaranya mahasiswa, pegiat seni, dan pegiat literasi, aktivis budaya dan pelaku komunitas kreatif Kota Bandung menandatangani Pernyataan Bandung ini. Pernyataan Bandung dideklarasikan setelah konfereni pers untuk acara Festival Indonesia Menggugat.

FIQIH RIZKITA

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *