Pemilu Unpar Tetap Berjalan Dengan Calon Tunggal

STOPPRESS, MP – Meski kuota calon tidak terpenuhi setelah perpanjangan waktu pendaftaran hingga Rabu (12/3) kemarin, pihak KPU-PM Unpar memutuskan untuk tetap melangsungkan pemilu.

“Keputusan terakhir kita, kita tetap keep calon-calon kandidat ini dan PU-PM akan tetap dilaksanakan sekalipun dengan calon tunggal,” ucap Yosef, Ketua KPU-PM Unpar saat ditemui MP setelah penutupan pendaftaran Rabu (12/03). Ia pun menekankan bahwa KPU-PM akan tetap melaksanakan pemilu atas dasar berbagai pertimbangan. “Karena pertimbangan waktu dan hal lainnya, kita memutuskan untuk tetap berjalan,” ucap Yosef.

Pihak KPU menyatakan kesiapannya untuk tetap melangsungkan pemilu meski kuota calon ideal untuk kategori LKM (Presma-Wapresma) dan HMPS (Ketua Himpunan) tidak terpenuhi. “Bukan hanya Presma-Wapresma, Kahim juga ada yang calon tunggal.” Selain pada kategori LKM, calon tunggal terdapat di HMPS Teknik Sipil.

Berdasarkan perhitungan akhir oleh KPU, terdapat total 1 pasangan calon untuk Presma-Wapresma, 25 untuk MPM, dan 35 untuk Ketua Himpunan. Saat ditanya mengenai apakah pernah terjadi fenomena calon tunggal ini sebelumnya, Yosef menjawab bahwa sepengetahuannya tidak pernah ada calon tunggal. “Biasanya 2 atau 3 calon”, ujar Mahasiswa Administrasi Publik 2011 ini.

Mengenai fenomena calon tunggal yang menurutnya baru pertama kali ini, Yosef menanggapinya dengan positif. “Justru kita bisa nilai kandidat dari situ. Dengan waktu yang telah ditentukan, ternyata calon ini yang menyanggupi,” ujarnya. Pihak KPU berharap calon ini nantinya bisa memenuhi keinginan mahasiswa.

Selanjutnya calon yang terdaftar akan melalui proses screening yang melibatkan LPH pada 1-4 April mendatang. Jika lolos, calon ini akan melakukan pendaftaran ulang pada 7 April dan melalui satu minggu tenang sebelum kampanye. Berkaitan dengan kampanye, akan ada perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya kampanye diwarnai debat antar calon, kali ini hanya akan ada debat antara calon dengan publik dan panelis.

Yosef pun menyampaikan himbauan pada mahasiswa: “Ayo terlibat dalam pesta demokrasi, lebih terlibat lagi agar siapapun pemimpinnya, aspirasi kita tetap diterima sama dia, dan kita pun bisa memberikan kepercayaan sama dia. Kalau kita menginginkan perubahan, ya setidaknya terlibat dalam perubahan itu sendiri, menjadi bagian dari perubahan. Mungkin agak klise, tapi memang itu yang ingin gue sampaikan”. Hal ini ia sampaikan karena menurutnya tingkat apatisme mahasiswa Unpar terhadap politik semakin hari menjadi semakin tinggi.

RAIHAN DARY HENRIANA/ ADYTIO NUGROHO

(Info tambahan: Calon Presma – Ohim, Fak. Hukum; Wapresma – Cila, Fak. Manajemen)

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *