Pemilu Lagi di Bulan November

Suasana PUPM 2019 yang diadakan pada bulan Mei untuk periode 6 bulan. dok/MP

STOPPRESS, MP – Dalam kurun waktu 2 bulan, Universitas Katolik Parahyangan akan menyambut pelaksanaan kekuasaan demokrasi, yakni PUPM (Pemilihan Umum Persatuan Mahasiswa) Unpar. Mahasiswa Unpar merayakan pesta demokrasi ini dengan menyumbangkan suaranya dalam pemilihan calon-calon pembawa aspirasi mereka. 

“Sudah punya staff-staff, sekarang juga sedang dikerjakan aturan Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), formulir berita acara pengawasan, dan bikin proposal,” jelas ketua Bawaslu, Emelia Kezia ketika dimintai keterangan. Menurut mahasiswi Teknik Kimia yang akrab disapa Kezia tersebut, persiapan Bawaslu menyambut PUPM sejauh ini sudah baik. Belum ada hambatan eksternal, namun untuk hambatan internal seperti sulitnya mengatur jadwal rapat kini sedang diatasi.

Pada PUPM kali ini, mahasiswa akan menyuarakan pilihannya ke dalam empat kategori, yaitu pemilihan Ketua dan Wakil Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Ketua Himpunan, anggota SM (Senat Mahasiswa) dari setiap jurusan, dan anggota BP (Badan Pengawas) dari setiap fakultas. Seluruh fakultas dan jurusan yang ada di UNPAR akan mengikuti PUPM ini, tanpa adanya perlakuan khusus, seperti yang ditekankan oleh KPU dan Bawaslu.

Felix, ketua KPU (Komisi Pemilihan Umum) memutuskan untuk menghilangkan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) lisan atau yang sebelumnya disebut Fit and Proper Test. “Dengan pertimbangan kalau UKK lisan yang menguji dalam ruangan. Jadi yang tahu kualitas si calon ini cuma beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu,” jelas Felix. 

Mengenai independensi Bawaslu sendiri, Kezia menjelaskan bahwa kewenangan Bawaslu hampir serupa dengan periode lalu. MPM masih menjadi penanggung jawab Bawaslu. Namun, kini dengan kewenangan untuk menyusun undang-undang, Bawaslu lebih leluasa bekerja. “Tapi tetap keputusan yang dilakukan oleh internal Bawaslu adalah keputusan dari Bawaslunya sendiri, MPM cuma mengetahui,” jelas Kezia.

 

Digitalisasi PUPM

PUPM yang akan dilakukan pada bulan November nanti, masih banyak mahasiswa UNPAR yang tidak mengetahui bahwa akan segera diadakan PUPM kembali, mengingat masa periode sebelumnya hanya berjalan 6 bulan. Untuk masalah sosialiasii berkenaan PUPM ini, Bawaslu telah menyiapkan cara khusus, yakni melalui video. “Dari Bawaslu sendiri sekarang udah menyiapkan video khusus yang materinya tentang sosialisasi,” ujar Kezia.

Felix juga berceletuk bahwa selain KPU dan Bawaslu menyiapkan video promosi, ada saran untuk bekerja sama dengan beberapa tempat seperti kafe-kafe dekat Unpar. “Kan, kalau lu nyoblos lu dapat diskon sepuluh persen atau dua puluh persen, kan menarik gitu ya. Tunjukkin tinta sama KTM terus dapat diskon,” candanya. 

Namun, karena keterbatasan waktu untuk melaksanakan PUPM, Felix memutuskan untuk menghemat waktu dengan tidak mengubah konsep PUPM periode ini dengan yang sebelumnya. Felix juga memutuskan untuk merekrut kembali beberapa staf KPU yang dulu menjabat menjadi koordinator serta wakil koordinator untuk beberapa divisi sehingga tidak perlu memulai dari nol. 

PUPM kali ini tetap menggunakan e-vote. Menurut penjelasan Felix, tim staf ahli yang akan mengatasi server akan mengembangkan server yang sebelumnya digunakan pada PUPM periode lalu menjadi local server, untuk mengatasi sistem down dari PUPM yang lalu. “Sekarang kami udah setuju pakai local server, jadi server-nya itu di laptopnya. Selama laptopnya masih hidup, dia (red. server) nggak bakal bermasalah,” ujar Felix. 

KPU dan Bawaslu sama-sama mengharapkan respon dan partisipasi yang positif berkenaan dengan pelaksanaan PUPM ini.

 

Dionny Natanuel, Agnes Zefanya || Brenda Cynthia

Related posts

*

*

Top