Pemilu Ideal: KPU dan Bawaslu Sudah Independen 

Perwakilan KPU yang memberikan sosialisasi PUPM di Taman Fisip pada Kamis (21/1). dok/ MP.

STOPPRESS, MP – Gerits Michael selaku ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) mengatakan bahwa pemilu untuk periode kepengurusan PM Unpar 2019/2020 bersifat ideal. Hal tersebut karena ketua KPU dan Bawaslu bukan lagi dipegang oleh MPM, tetapi dari mahasiswa yang mendaftar menjadi ketua KPU dan Bawaslu.

“Pemilu yang sekarang independen, jadi pemilu yang ideal,” ujar Gerits. Dasar pertimbangan MPM memilih KPU dan Bawaslu menjadi independen, agar tidak ada kepentingan politik dalam pemilu. Gerits mengatakan MPM adalah lembaga politik, sehingga pemilihan umum harus berjalan ideal intervensi kepentingan politik. “Terlebih lagi MPM mewakili fakultas masing-masing, tidak bisa dipungkiri, walaupun kemungkinannya kecil, bisa membawa kepentingan politik,” tambah Gerits. Maka dari itu, MPM mencoba menjawab permasalahan ini agar pemilu bebas dari intervensi.

Pandapotan Pintubatu selaku ketua Bawaslu mengatakan, bahwa jika KPU dan Bawaslu tidak independen, maka ada kemungkinan pemilu dikontrol. “Nanti ada yang bekerja sama dengan KPU untuk mengontrol (red. pemilu),” ujar Pandapotan yang akrab disapa Dapot. Selain itu, menurut Dapot KPU dan Bawaslu independen akan menghasilkan pemilu yang transparan. “Karena kita benar-benar memang tidak punya kepentingan satu sama lain,” jelas Dapot.

Terkait sifat independen KPU dan Bawaslu, Gialdes Evan Ryandi, selaku ketua KPU berpendapat sebaliknya. Gialdes yang akrab disapa Evan mengatakan bahwa KPU sendiri belum sepenuhnya independen karena staff KPU dipilih oleh MPM. “Karena waktu aja sih,” tambah Evan.

Dapot mengaku bahwa pada awalnya, masih kurang mengetahui tentang teknis KPU dan Bawaslu independen, walaupun sudah diatur dalam TAP MPM. “Kalau buat konsep, sebenarnya kan mudah, tapi untuk kerja di dalamnya agak susah,” tambah Dapot.

Pada periode sebelumnya, ketua KPU dan Bawaslu dipilih dari anggota MPM sendiri. Sehingga adanya kemungkinan intervensi kepentingan politik dalam pemilu. Selain itu, jumlah anggota MPM yang menjalankan fungsi legislatif menjadi terbatas karena sebagian anggotanya harus di tugaskan menjadi KPU dan Bawaslu pemilu PM Unpar. “SDM MPM berkurang, dulu lima orang ditarik dari MPM untuk jadi kepengurusan KPU dan Bawaslu,” ujar Gerits.

 

Dionny Nathanuel | Rafi Farhan | Reidu Tio Christian | Ranessa Nainggolan

Related posts

*

*

Top