PEDS Juarai Lomba Debat di National University Debating Championship 2020

MP – Selasa (29/9) lalu, Parahyangan English Debating Club (PEDS) mendapatkan tiga penghargaan di National University Debating Championship (NUDC) 2020. PEDS sendiri menjuarai peringkat ke-3, sedangkan dua perwakilan lain yaitu Matthew Adith mendapatkan medali perak serta dinobatkan sebagai pembicara terbaik ke-9, dan Cheryl Pangestu mendapatkan medali perunggu sebagai pembicara terbaik ke-11.

National University Debating Championship merupakan ajang debat nasional berbahasa Inggris yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Lomba ini mewajibkan setiap universitas mengirim satu delegasi yang terdiri atas dua orang. Cheryl mengatakan, sebelum bertemu dengan 112 universitas, mereka harus melewati seleksi regional terlebih dahulu.

“(rd. lomba regionalnya) 12 Agustus lalu melalui seleksi portfolio dan speech,” ujar Cheryl. “Tiap wilayah kemudian hanya akan diwakilkan sama beberapa delegasi lagi. Habis itu ketemu tingkat nasional dengan total 112 peserta universitas.” ujarnya.

NUDC sendiri merupakan salah satu lomba debat bahasa inggris yang paling prestigius. Hal itu dikarenakan siapapun yang masuk final akan mewakili Indonesia secara resmi di Worlds University Debating Championship (WUDC) yaitu tingkat dunia. “Karena masuk final, kami juga akan mewakili Indonesia dalam WUDC 2021 yang akan diadakan di Seoul, Korea Selatan.” ungkap Cheryl.

Debat bahasa inggris sendiri pada umumnya sering dianggap sulit dan kompetitif oleh masyarakat. Cheryl berkata bahwa dalam mempersiapkan lomba, anggota PEDS tetap mengalami kesulitan. Namun, dia menambahkan bahwa untuk berkembang, dibutuhkan latihan dan persiapan yang matang.

Lebih lanjut, Cheryl juga menyampaikan bahwa persiapan kali ini dilalui cukup berat karena prestigiusnya lomba ini. “Kemarin kita latihan mulai dari Desember 2019, jadi sekitar sembilan bulan. Untuk emosi, mungkin terkurasnya pas lomba ya, karena tegang menunggu hasil tiap ronde,” tutur Cheryl. Walau begitu, selama masa persiapan, Ia mencoba untuk tetap santai. “Selama masa persiapan kami coba bawa santai, mengurangi stress biar tetep enjoyable juga.” jelasnya. 

Cheryl berpesan kepada mahasiswa lain yang berminat untuk mendalami teknik debat dan mengikuti lomba-lomba untuk berani mencoba terlebih dahulu. “Jangan ragu dan minder atau takut dulu. Kami semua dulunya mulai dari titik terendah, dari yang gak ngerti harus ngomong apa, ngomongnya masih gak lancar,” kata Cheryl. “Mungkin sekarang keliatannya udah bagus, tapi itu semua karena latihan yang konsisten.” lanjut dia.

Nathanael Angga | Novita

Penulis

*

*

Top
Atur Size