Parahyangan Beraksi 2019: Penerapan Aksi dengan Berpartisipasi dan Mengispirasi

Suasana makan siang saat acara Paraksi di LPKA Bandung. dok/MP

STOPPRESS, MP – Selama 3 minggu lamanya, salah satu program kerja fungsional di bawah Direktorat Jenderal Pengabdian Masyarakat LKM (Lembaga Kepresidenan Mahasiswa) Unpar bernama Paraksi (Parahyangan Beraksi) 2019 berjalan. Bertempat di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) Arcamanik Bandung, Paraksi menjadi program kerja fungsional terakhir LKM periode 2018/2019.

LPKA yang menjadi tempat pelaksanaan Paraksi 2019 adalah tempat pembinaan dan sekolah bagi narapidana usia anak, atau yang akrab disebut dengan “Anak Didik”.

Dengan tagline “Berpartisipasi, bersama menginspirasi,” Gloria Christine selaku Ketua Pelaksana Paraksi 2019 beserta seluruh panitia Paraksi ingin mengajak mahasiswa Unpar agar memiliki tingkat partisipasi yang tinggi dalam menginspirasi anak-anak.

Paraksi 2019 bertujuan untuk memotivasi dan memberi wawasan lebih ke anak didik LPKA karena mereka seringkali merasa berbeda dari anak-anak pada umumnya. Dengan skala fungsional yang tidak terlalu besar, Paraksi 2019 menargetkan ke arah partisipasi mahasiswa Unpar. “Untuk melihat apa yang terjadi di lingkungan sekitar mereka (red. mahasiswa Unpar) dan apa yang kita dapatkan di kuliah dapat kita bagikan sebagai wujud motivasi buat anak-anak,” tutur Gloria.

Selain bertempat di LPKA, Paraksi juga menjalin kerjasama dengan LAHA (Lembaga Advokasi Hak Anak) untuk mengisi salah satu mata acara utama, yaitu penyuluhan tentang etika. Penyuluhan tersebut dibawakan oleh dua pemateri dari LAHA. “Disana emang si orang ini udah sering bawa materi ke anak LPKA. Udah ngerti gimana caranya buat bawain materi,” kata Gloria.

Adapun Paraksi berjalan mulai dari pembukaan Paraksi pada Sabtu (7/4/19), dilanjutkan dengan minggu kedua pada Sabtu (13/4/19), dan ditutup pada Sabtu (4/5/19). Pada opening Paraksi, acara utamanya adalah penyuluhan etika dengan tujuan membangun sikap dan mental para anak didik LPKA.

Kemudian pada minggu kedua Paraksi, ada dua mata acara utama, yaitu penyuluhan tentang sex education yang dibawakan oleh guru BK (Bimbingan dan Konseling) dari salah satu SMA di Bandung dan bermain bola bersama sebagai tanda persahabatan antara mahasiswa Unpar dengan anak didik LPKA.

Puncak dari Paraksi terletak di closing Paraksi, yaitu pengundangan orang tua dari anak didik LPKA serta penampilan anak didik LPKA. “Tujuannya ingin memberitahu ke orang tuanya bahwa anak-anak mereka ini tidak sepenuhnya berperilaku buruk. Mereka masih punya kelebihan lain, talenta, masih bisa menjadi manusia seperti biasanya ketika mereka keluar dari LPKA nanti,” kata Gloria.

Pada prosesnya, Paraksi membuka pendaftaran untuk volunteer, dengan tujuan agar mahasiswa Unpar di luar panitia juga dapat berpartisipasi. “Staf memang full untuk melakukan job desc-nya masing-masing. Untuk ke anak-anaknya, kami pikir butuh volunteer,” jawab Gloria.

Dengan harapan mampu meningkatkan kesadaran serta partisipasi dari mahasiswa Unpar, Paraksi 2019 juga diharapkan mampu membuat mahasiswa semakin open minded terhadap lingkungan sekitar, terutama mindset terhadap narapidana usia anak. “Jangan selalu negative thinking. Setelah berpartisipasi kan udah tau ternyata mereka ngga se-negative itu, dan mereka masih punya kemauan untuk menjadi orang yang lebih baik lagi,” tutur Gloria.

Selain untuk mahasiswa Unpar, Paraksi 2019 juga diharapkan bisa berdampak kepada anak didik LPKA Arcamanik melalui pemberian motivasi lewat materi dan kegiatan yang diberikan selama acara Paraksi 2019. “Kemaren seenggaknya bisa menghibur mereka lah, selain fun-nya bisa didapetin, kita bisa memotivasi mereka jadi yang lebih baik lagi. Setelah mereka keluar, bisa kuliah kaya kita, bisa punya usaha sendiri.” tutup Gloria.

 

Alfonsus Ganendra || Brenda Cynthia

Related posts

*

*

Top