[OPINI] Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Persatuan Bangsa Bagi Mahasiswa Unpar

Oleh: Muhammad Rizky, mahasiswa Hubungan Internasional 2019

 

Hari ini, tepat 91 tahun yang lalu, para pemuda berkumpul dari berbagai daerah di Indonesia, mendeklarasikan persatuan melalui 3 poin penting yang tertuang pada ikrar yang dinamakan Sumpah Pemuda. Peristiwa tersebut menjadi tonggak sejarah persatuan Indonesia dalam menghimpun perjuangan bangsa yang kala itu sifatnya masih kedaerahan. Mungkin, jika kala itu para pemuda pemberani nan patriotik tidak berkumpul di Batavia, Soekarno tidak pernah berdiri dalam keadaan sakit untuk memproklamirkan kemerdekaan bangsa, dan mungkin kita tidak dapat menikmati indahnya kebebasan hidup tanpa tindasan dari bangsa asing seperti sekarang ini.

Kini, sesuai dengan ucapan Soekarno pada puluhan tahun silam, kita saat ini adalah melawan bangsa sendiri. Konflik demi konflik yang bersifat horizontal terjadi akhir-akhir ini. Sebut saja konflik antar Cebong dan Kampret saat calon presiden pemilu 2019, konflik antar suku di Wamena, hingga kasus konflik antar suporter bola yang memakan korban. Konflik-konflik di atas harusnya tidak terjadi jika kita, sebagai bangsa Indonesia, mengedepankan sikap kebersamaan. Sama dalam hal apa? Sama-sama memegang teguh nilai-nilai Pancasila.

Kita sebagai mahasiswa yang terpelajar, terutama di universitas yang sangat dikenal dalam keberagamannya, harusnya terhindar dari konflik-konflik seperti itu. Mulai dari hal kecil seperti perbedaan merk rokok antar Marlboro dan Surya, ataupun perbedaan merk hanphone, seperti iPhone yang kerap disandingkan dengan si “sultan” dan merk Xiaomi milik si “misqueen”. Begitu stigma masyarakat yang terbentuk dalam perbedaan merk yang secara tidak langsung, menggambarkan tingkatan sosial kita di masyarakat. Perbedaan-perbedaan seperti itu tidak boleh memisahkan kita.

Masa depan bangsa ada di tangan kita. Begitu ujar kakak-kakak mahasiswa saat berorasi untuk membangkitkan semangat mahasiswa baru dalam rangkaian acara SIAP kemarin. Beberapa di antara kita mungkin ada yang terbakar semangatnya saat itu. Walaupun tidak dipungkiri, ada beberapa mahasiswa lain yang menganggapnya hanya sebagai bualan yang terlalu idealis belaka.

Jujur, saya pribadi sangat mengapresiasi teman-teman yang benar-benar berambisi untuk dapat mengubah bangsa ini. Sering kali kita mengumpat atas kelakuan-kelakuan buruk yang dilakukan oleh wakil rakyat di atas sana. Tapi, sadarkah kita, bahwa kita tidak dapat melawan mereka tanpa adanya persatuan di antara kita? Kita perlu menyamakan cita-cita bangsa yang kembali, berakar pada Pancasila. Tekad dan semangat perlu kita kobarkan untuk mengubah bangsa ini.

Tepat di hari peringatan Sumpah Pemuda ini, saya ingin mengingatkan teman-teman bahwa persatuan dan kesatuan tidak dapat dipisahkan dari bangsa ini. Harapan dan masa depan bangsa ada di tangan kita. Saya menitipkan pesan ke kalian agar tetap meneruskan dan kemerdekaan bangsa ini. Tugas berat bangsa ini akan terasa semakin mudah jika kita bahu membahu dalam memperjuangkannya.
Terimakasih.

Related posts

*

*

Top