Merayakan Paskah di Kala Social Distancing

Perayaan Paskah selalu digelar dengan rangkaian ibadah dan misa yang meriah setiap tahunnya. Rangkaian misa selama seminggu ini selalu dilaksanakan untuk merayakan pengorbanan dan kebangkitan Yesus menurut ajaran agama Kristen. Tetapi pada tahun 2020 ini, pandemi COVID-19 membawa dampak besar terhadap pelaksanaan misa dan rangkaian ibadat Paskah. Hal yang paling berdampak besar adalah ditiadakannya misa Paskah di gereja sebagai wujud tindakan social distancing. Social distancing diinisiasi oleh berbagai pemerintah negara untuk mencegah penularan COVID-19. Salah satu yang terdampak adalah tempat ibadah, mengingat tempat ibadah cenderung memiliki tingkat kepadatan dan mobilitas yang cukup tinggi.

Di Indonesia sendiri, hampir seluruh keuskupan agung di berbagai provinsi meniadakan perayaan misa secara langsung, baik misa Paskah maupun misa mingguan. Sebagai gantinya, umat dapat mengikuti perayaan misa secara daring melalui televisi dan kanal YouTube. Beberapa keuskupan seperti Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Agung Semarang menyiarkan misa Paskah melalui saluran televisi Kompas TV dan TVRI, sementara beberapa keuskupan lainnya menggunakan kanal YouTube untuk menyiarkan tidak hanya misa Paskah namun juga misa harian dan ibadah lainnya, seperti yang dilakukan oleh Keuskupan Agung Bandung dan Keuskupan Agung Denpasar. Tidak hanya keuskupan, ada juga paroki yang mengadakan misa secara live dan mengunggah video misa mingguan melalui kanal YouTube seperti Paroki Santa Maria Assumpta Klaten.

Tidak hanya di Indonesia, beberapa gereja di negara lain juga meniadakan pelayanan Paskah secara langsung demi social distancing. Di Italia, para uskup mendesak gereja-gereja untuk mengikuti dekrit pemerintah yang meniadakan kegiatan peribadahan dan aktivitas di tempat umum. Hal yang sama dilakukan di Australia, di mana gereja-gereja mengikuti himbauan Departemen Kesehatan dan menyediakan sarana digital untuk umat Kristen. Sementara itu, gereja-gereja di Jepang melakukan ibadah dengan live streaming karena pertimbangan jumlah umat yang hadir setiap misa dan demografi umat yang mayoritas lansia.

Meskipun peniadaan misa dilakukan untuk pencegahan penularan COVID-19, tidak semua gereja menyetujui hal ini. Ini terjadi pada beberapa negara bagian Amerika Serikat, di mana gereja-gereja di Georgia tetap melaksanakan perayaan Paskah walaupun kegiatan berkumpul lebih dari 10 orang dilarang oleh pemerintah setempat. Beberapa negara bagian seperti Florida dan Michigan bahkan menghimbau warganya untuk tetap di rumah, tetapi mengizinkan kegiatan peribadahan dan pelayanan gereja tetap berlangsung selama mengikuti standard .

Pelaksanaan kegiatan ibadah juga menyebabkan seorang pastor di Louisiana ditangkap karena beberapa kali melanggar aturan stay-at-home yang sudah ditetapkan pemerintah. Tindakan seperti ini dilakukan oleh pihak gereja dan umat karena, terlebih di Amerika Serikat, datang ke gereja dan beribadah merupakan hak dasar manusia yang seharusnya tidak dilarang oleh pemerintah; ada juga pihak gereja dan umat yang berargumen bahwa selama mereka menerapkan ketentuan social distancing, tidak masalah apabila mereka tetap beribadah. Hal ini tentunya tidak berdampak baik, mengingat penularan COVID-19 sangatlah mudah dan sulit terdeteksi, sehingga sejak awal banyak himbauan dari pemerintah untuk tetap di rumah.

Perayaan Paskah di berbagai belahan dunia banyak mengalami perubahan karena pandemi COVID-19. Beberapa gereja menerima himbauan pemerintah atau otoritas setempat dan mengadakan misa secara daring, tetapi tidak sedikit pula yang tetap melaksanakan perayaan Paskah dan misa harian dengan alasannya masing-masing. Melakukan kegiatan beribadah sesuai dengan ajaran agama adalah kewajiban orang-orang beragama; alam ajaran Kristen, merayakan Paskah dan mengikuti misa merupakan kewajiban semua umat.

Akan tetapi, dalam situasi pandemi COVID-19, perlu diingat bahwa kegiatan peribadahan di tempat umum berpotensi meningkatkan persebaran virus ini. Tidak hanya gereja, tetapi tempat peribadahan lainnya selayaknya mematuhi dan menyesuaikan diri dengan himbauan social distancing yang dikeluarkan oleh pemerintah demi kebaikan bersama.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *