Robertus Robet : Di Indonesia Hampir Tidak Ada Politik

NASIONAL MP – “Sekarang ada gak politik di Indonesia? Menurut saya hampir tidak ada. Kalau lembaga politik dengan judul-judulnya ada, tetapi politik dalam pandangan sebenarnya : Tidak,” ucap Robertus Robet , akademisi di sebuah sesi diskusi “Negara dan permasalahannya” di Wisma KontraS Jakarta pada Minggu (31/1) lalu.

Pernyataan itu dilontarkannya lantaran mengkritik adanya kekeliruan dalam menafsirkan praktik politik. Menurutnya, saat ini belum ada praktik politik di lembaga pemerintahan misalnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal itu disebabkan karena kegiatannya hanya sebatas berdagang, membuat proposal, menunggu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), serta anggaran berapa dan bisa dapat berapa.

Robert pun membandingkannya dengan ide Cicero di zaman Romawi Kuno yang memisahkan urusan di dalam negara menjadi res publica dan res privata. Ia menjelaskan bahwa Res publica yang menyangkut publik dan privata menyangkut masalah pribadi. “Hal itu pun memisahkan secara tegas antara urusan bersama dan urusan mencari makan,” ujarnya.

Ia pun menyimpulkan bahwa urusan-urusan tersebut lebih cocok disebut res privata ‘kepentingan pribadi’ ketimbang res publica ‘tujuan bersama’. Dari pemahaman tentang res publica, ia pun menegaskan kembali ide mengenai negara republik. Menurutnya, sebuah negara republik tidak bergantung pada ada atau tidaknya ibukota, tetapi ditentukan kehadiran warganya yang sukarela memperjuangkan tujuan bersama.

Selain itu, pria yang juga mengajar sebagai dosen di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu menguji kembali pemahaman sebuah kata yaitu polis. “Polis itu bukan negara kota! Bukan seperti yang kita pelajari dari dukun-dukun ilmu politik,” ujarnya. Ia menganggap konsepsi itu menjadi keliru karena menganggap polis sebagai wilayah geografis.

Dengan mengacu pada gagasan Aristoteles, ia menjelaskan polis sebagai kapasitas seseorang untuk mewujudkan tujuan-tujuan bersama. Tepatnya, tujuan yang berdasarkan keadilan, kebenaran, dan pengetahuan. Dari ide tentang polis itu, kata politik yang berpadanan pada polis diartikannya sebagai suatu tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan bersama.

Dari kedua kritiknya terhadap ide republik dan politik, Robert pun menegaskan kembali bilamana politik benar-benar ada di Indonesia. Ia menyatakan bahwa politik itu ada kalau terdapat orang yang mau bertindak untuk mencapai tujuan-tujuan bersama itu. “Lembaganya (red. lembaga politik) ada tapi apa praktik di dalamnya bisa disebut politik? Tentu harus sesuai dengan syarat-syarat res publica,” ucapnya.

VINCENT FABIAN THOMAS

 

 

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *