Warga Bandung Lakukan Aksi Damai Tolak Pelumpuhan KPK

MP, BANDUNG – Warga Bandung melakukan aksi damai untuk menolak pelumpuhan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Dago Car Free Day, Bandung (25/01). Aksi ini bertujuan untuk memberi solidaritas terhadap KPK.

“Aksi damai ini bertujuan untuk memberi solidaritas terhadap KPK, menyuarakan tuntutan kita terhadap situasi politik saat ini dan juga menggalang dukungan dari masyarakat.” jelas Charlie Albajili (22) sebagai juru bicara dari kegiatan tersebut.

Charlie menilai bahwa masyarakat banyak memberikan partisipasi dan dukungan terhadap aksi damai ini. Bentuk partisipasi tersebut antara lain memberi gagasan melalui orasi, membubuhkan tanda tangan di selembar spanduk besar sebagai ungkapan dukungan, dan juga berfoto dengan poster-poster yang disediakan oleh pendiri kegiatan untuk selanjutnya dikampanyekan di media sosial.

Melalui aksi ini, masyarakat menuntut ketegasan Joko Widodo mengenai komitmennya untuk mengawal kasus korupsi. Kinerja KPK tetap bebas dari intervensi pihak manapun dan juga menuntut reformasi di dalam kinerja Polri. Hal tersebut tereksplisit dalam spanduk, poster-poster, dan juga yel-yel yang terdapat di kegiatan aksi ini. Antara lain “Kami rakyat gak jelas, tapi kami anti-korupsi.”, “Jokowi maneh kamana? (Jokowi, kamu kemana?)”, #SaveKPK, #SavePolri atau lirik yel-yel yang berisi “Masak air, masak nasi, Kukatakan najis pada korupsi”, dan lain-lain.

Eko Arief Nugraha (40), salah satu staf DPR RI di Jakarta yang juga menyuarakan orasinya dalam acara tersebut mengungkapkan maksud dari acara ini. “Sebetulnya reaksi ini dilakukan masyarakat untuk mendorong Joko Widodo supaya tegas agar dapat bersuara dengan jelas mengenai keputusan yang terjadi antara Polri dan KPK” jelasnya.

Dalam orasinya ia berharap Joko Widodo sebagai presiden menunjukkan ketegasan dalam menolak intervensi dari pihak manapun mengenai situasi politik yang sedang terjadi. “apabila para pemimpin KPK ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri kemudian KPK menjadi lumpuh, korupsi menjadi semakin leluasa dilakukan.” Tambahnya.

Salah seorang aktivis yang juga berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Aryani (45).   Ia memberikan harapannya agar pemerintah dapat mendengar suara rakyat “pemerintah juga seharusnya dapat melakukan apa yang masyarakat harapkan.” katanya.

Kegiatan aksi ini diinisiasi oleh beberapa elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Bandung untuk Indonesia. Elemen masyarakat tersebut antara lain Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Bandung, Institusi Perempuan, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung, dan juga mahasiswa-mahasiswa dari UNPAR, STSI, dan lain-lain.

HILMY MUTIARA

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *