Menkeu LKM Akui Laporan Keuangan Tidak Valid, Transparansi Tetap Dipertanyakan

Tampak depan ruang sekretariat Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) Unpar. dok/MP

STOPPRESS, MP – Pihak Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) akhirnya mengakui bahwa laporan keuangan yang diberikan kepada Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) tidak valid dan LKM belum ada rencana untuk mengumumkan kepada publik hasil penjualan tersebut. Sementara itu, uang tersebut diakui masih utuh.

“Alokasi itu salah, laporan ngga valid. Kami udah bilang dan minta maaf ke Mas Gugie, dan akan kami segera cari solusinya,” ujar Menteri Keuangan Lembaga Kepresidenan Mahasiswa (LKM) 2019, Bella Bestiana.

Bella juga menuturkan bahwa pimpinan LKM baru mengetahui adanya laporan keuangan yang diberikan pada BKA setelah laporan tersebut diberikan. Teguran juga sudah diberikan kepada panitia yang bersangkutan.

Laporan di atas hitam putih adalah bentuk laporan dan pertanggung jawaban yang seharusnya dapat dipertanggung jawabkan oleh suatu lembaga. Ketidakbenaran laporan keuangan tersebut mempertanyakan keseriusan LKM dalam membuat suatu laporan resmi.

Pada laporan keuangan yang tidak memiliki tanda tangan atau cap LKM tersebut, disebutkan bahwa pemasukan hasil penjualan garage sale berjumlah Rp 7.900.000,00 dan dialokasikan untuk program kerja Parahyangan Berdedikasi, Health Day, Unpar Sehati, Parahyangan Visual Seni, dan Parahyangan Fun Activity.

Sementara itu, menurut Bella, uang hasil penjualan garage sale hingga kini belum digunakan dan masih tersimpan utuh. “Uangnya 7,5 juta setelah dipotong pajak. Dua juta untuk Health Day dengan memberikan pengobatan gratis, sisanya akan kami alokasikan pada panti jompo yang masih kami cari,” ujar Bella.

Transparansi Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Moral

Meskipun telah mengakui bahwa laporan keuangan yang diberikan tidak valid, pihak LKM masih akan menunda mengumumkan kepada publik hasil penjualan garage sale ataupun klarifikasi secara terbuka terkait invaliditas laporan keuangan.

“Setelah kami alokasiin, akan kami kasih tau. Kami baru bilangnya ke pihak PM Unpar doang, kan yang membuat postingan salah satu PM Unpar, jadi kami klarifikasinya ke PM Unpar. Karena menurut kami, kami tidak melakukan kesalahan, kami belum menggunakan uang samsek. Jadi kami tidak perlu klarifikasi ke masyarakat luas kalau eh ini ngga dipake, kami bersih dsb,” ujar Bella.

Per Sabtu ini (26/10), klarifikasi yang dilakukan LKM hanya terbatas pada grup LINE PM Unpar yang hanya berisi 89 anggota terdiri dari pimpinan LKM, anggota Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM), ketua Himpunan, dan ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Senada dengan pernyataan Bella, Denny Rizky Setiawan, selaku Presiden Mahasiswa menyatakan pada grup LINE tersebut bahwa publikasi hasil penjualan baru akan ada setelah dana telah disumbangkan, “Jika telah disumbangkan, nanti akan ada publikasinya,” tutur Denny.

Menanggapi pernyataan tersebut, Matheus Setyanto selaku kepala BKA menyayangkan pihak LKM yang tidak kunjung mempublikasikan transparansi dana.

“Harusnya tidak diminta, sebuah pertanggungjawaban satu unit, kepanitiaan, ga usah diminta. Laporkan dan transparansi itu perlu, tanggungjawab moralnya dia,” tambah Matheus yang akrab disapa Yanto.

Yanto juga mengatakan bahwa belum adanya pengalokasian dana tidak bisa menjadi alasan untuk menunda publikasi pengeluaran hasil penjualan garage sale. Menurutnya, dalam tahap perencanaan juga perlu adanya transparansi.

Untuk merespon permasalahan ini, BKA akan segera memanggil pihak LKM untuk dimintai klarifikasi.

“Saya akan panggil mereka, harus nya tidak nunggu lama-lama. Termasuk presidennya saya ajak ngumpul. Mudah-mudahan ada benang merah nya,” ujar Yanto.

17 Agustus lalu, LKM mengadakan Festival Merah Putih sebagai bentuk peringatan hari kemerdekaan Indonesia. Salah satu konten acara FMP, adalah adanya garage sale, yang menjual hasil pengumpulan baju sumbangan dari mahasiswa baru saat SIAP 2019 dengan harga murah untuk warga sekitar Ciumbuleuit.

 

Miftahul Choir || Brenda Cynthia

 

*perbaikan berita dilakukan pada Sabtu, 26 Oktober 2019 pukul 17:56 WIB dengan mengubah paragraf mengenai keseriusan LKM dalam membuat laporan.

Related posts

*

*

Top