Meningkatkan Kualitas Eksistensi Mahasiswa dan Unpar Melalui TEDxUnpar

Dekorasi nama acara TEDxUnpar yang ada pada Sabtu (13/4) kemarin. dok/MP

STOPPRESS, MP – Sabtu (13/4) kemarin, Direktorat Jenderal Hubungan Masyarakat LKM (Lembaga Kepresidenan Mahasiswa) Unpar periode 2018/2019 berkolaborasi dengan organisasi media non-profit TED (Technology, Entertainment, Design) mengadakan TEDxUnpar di Mgr. Geisse Lecture Theatre pertama kali dalam sejarah Unpar.

TEDxUnpar hadir berawal dari booming-nya TEDx di Indonesia, terutama di kalangan mahasiswa. Ketertarikan mahasiswa akan konsep TEDx yang unik dan jarang di Indonesia menjadi penyebab utama meningkatnya eksistensi TEDx akhir-akhir ini, salah satunya di kalangan mahasiswa Unpar. “Nah untuk TEDx ini kami melihat adanya peluang (red. ketertarikan mahasiswa), jadi kenapa ngga diadain di Unpar aja, toh sumber daya manusianya ada,” kata Hakkinen Malik selaku Ketua Pelaksana TEDxUnpar. Berbekal ketertarikan mahasiswa Unpar dengan TEDx, setelah melalui proses mendapatkan lisensi TEDx yang kurang lebih berlangsung selama dua bulan, perbedaan time zone antara panitia TEDxUnpar dengan pusat TEDx, akhirnya acara ini pun dapat berjalan.

“Saat diumumin coming soon, TEDx followers-nya benar-benar melejit sampai 800 dan views di Instagram kita sampai 7000 per minggu,” respon Hakkinen yang akrab disapa dengan Malik.

Tema yang dibawakan TEDxUnpar adalah Go Beyond. Dengan tema tersebut, Malik berharap agar semua orang yang terlibat dalam TEDxUnpar bisa semakin berkembang dari sebelum acara TEDxUnpar berjalan baik dari sisi panitia, pembicara, dan 100 orang penonton.

TEDxUnpar dimulai dari pukul 10.00 hingga 16.30 WIB. Acara tersebut terdiri dari tiga sesi, diisi oleh sepuluh pembicara dan dua penampilan oleh Hagai Batara dan Wanggi Hoed.

Menariknya, pihak pusat TEDx tidak mengawasi secara langsung berjalannya acara TEDxUnpar. Pihak TEDx hanya memberikan guideline acara di website dan adanya sistem kontrol untuk proses licensing. “Mereka hanya mau memastikan bahwa kita sebagai organizer mengerti apa esensi dan visi dari TED itu sendiri,” ujar Malik.

Salah satu bentuk pelepasan campur tangan dari pihak pusat TEDx, adalah penyeleksian pembicara. Para calon pembicara yang berasal dari alumni, dosen, dan mahasiswa aktif Unpar diseleksi oleh panitia sesuai kemampuan dan kesesuaian pembawaan tema pembicaraan. Pembicara yang terpilih beragam, ada Alya Nurshabrina (alumni HI), pemenang Miss Indonesia 2018. Ada juga Sapta Dwikardan (dosen HI) dan Romy Loice (dosen TI). Untuk mahasiswa aktifnya sendiri, salah satunya adalah Felix Jonathan (TI 16).

TEDxUnpar diharapkan dapat menjadi wadah untuk menyebarluaskan potensi yang dimiliki mahasiswa, alumni, dan dosen Unpar ke luar Unpar dengan meng-upload video acara TEDxUnpar yang disediakan oleh TED pada website khusus organizer-nya, dan di-upload di youtube resmi TED. “Ini bisa jadi wadah untuk kita meningkatkan kualitas eksistensi dari mahasiswa dan juga dari Unpar,” tutur Malik.

 

Alfonsus Ganendra || Risca Pratita || Brenda Cynthia

Tags ,

*

*

Top